Mahasiswanya Kesandung Masalah Hukum, FH UMM Cuek

Jurnalaktual.com –  Kasus yang menimpa mantan Koordinator Lapangan Pesmaba Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM) berinisial W masih belum menemukan titik terang. Pasalnya, sampai saat ini, pihak kampus belum memberikan kepastian untuk membantu mengatasi permasalahan mahasiswanya.

 

Ferdian Zaky, Ketua Panitia Pesmaba menyampaikan pihaknya beserta M. Qobul Nusantara selaku Ketua BEM bersama HMI Cabang Malang telah mencoba mengusahakan proses penyelesaian perkara ini secara damai. Mengingat kejadian ini terjadi dilingkungan kampus dan juga dalam agenda kegiatan yang dilakukan oleh kampus sehingga kampus juga memiliki tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan perkara ini sebelum masuk dalam ranah pengadilan.
 
“Namun usaha yang dilakukan oleh BEM FH UMM, kepanitiaan Pesmaba serta kawan-kawan HMI tak pernah terfasilitasi dengan baik oleh pihak fakultas. Berbagai dialog dengan pihak fakultas selalu berujung tanpa hasil hingga aksi damai yang dilakukan oleh HMI pada 11 november lalu,” terang Zaki saat ditemui jurnalaktual.com di kampusnya, Selasa (3/12).
Sementara itu, Rifki Ali Murfikin selaku Ketua Komisariat Hukum UMM menyampaikan semestinya dalam kontek ini pihak kampus dan fakultas berupaya menyelesaikan perdamaian antar pihak, akan tetapi selain dialog dengan HMI,BEM dan juga panitia pesmaba pihak kampus terkesan tidak ada upaya lanjutan lagi dan terkesan membiarkan anak didiknya yang seharusnya belajar ilmu hukum harus berhadapan dengan hukum di pengadilan.
“Selama ini teman-teman dari HMI yang selalu menginisiasi adanya pertemuan dan dialog dengan pihak kampus dengan harapan pihak kampus khususnya dekanat di Fakultas Humum UMM dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi antar anak didiknya tersebut berujung damai. Namun upaya-upaya tersebut tidak pernah membuahkan hasil, bahkan pihak kampus tidak pernah memanggil lagi pihak korban untuk menyelesaikan perkara ini,” jelasnya.
 
Seperti diketahui, sebelumnya terjadi perselisihan dalam kepanitian Pesmaba yang berujung adanya kontak fisik antar sesama mahasiswa Fakultas Hukum yang juga menjadi paniti. Menurut keterangan, kejadian itu berawal adanya provokasi terhadap si W selaku Korlap Pesmaba.
 
Rabu (28/11) kemarin, W menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kab. Malang atas dakwaan melakukan penganiayaan atau karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka-luka. Peristiwa itu sendiri terjadi pada bulan Agustus lalu.
 
Reporter           : Dena Setya
Editor                : Surya
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *