Ashari: Surat Untuk Daftarkan Paslon ke KPU Harus Ditandatangani Ketum dan Sekjen

 

Jurnalaktual.com – Munculnya surat rekomendasi dari DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang mencantumkan nama pasangan calon yang akan di dukung di Pilkada Kota Malang yakni, H. Moch Anton dan Syamsul Mahmud, sempat menggurat tanya bagi masyarakat.

Surat rekomendasi dari Partai Nasdem itu, apakah bisa didaftarkan ke KPU Kota Malang untuk mengusung pasangan calon ataukah tidak. Pasalnya, dalam surat itu selain ada rekomendasi juga ada SK yang akan dikeluarkan oleh DPP partai besutan Surya Paloh tersebut.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husein, menegaskan, jika berdasarkan aturan, maka surat yang bisa diterima oleh KPU untuk mendaftarkan sebagai partai pengusung dalam pilkada adalah surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen partai disertai stempel basah.

“Bagaimanapun bentuk redaksionalnya itu terserah dari partai itu sendiri, yang jelas jika surat dukungan, atau surat rekomendasi atau namanya SK jika itu ditandatangani oleh Ketum Partai dan Sekjen partai maka bisa diterima oleh KPU,” kata Ashari Husein.

Diketahui, surat rekomendasi DPP Partai Nasdem yang jatuh ke Anton dan Syamsul Mahmud hanya ditandatangani oleh Ketua Bappilu partai tersebut, sehingga tidak bisa digunakan untuk mendaftar pasangan calon ke KPU.

“Intinya surat itu harus ditandangani ketua umum dan sekjen,” tukasnya.

Dijelaskan oleh Ashari Husein, jika surat resmi partai yang digunakan untuk mendaftarkan pasangan calon secara resmi ke KPU Kota Malang nantinya akan dijadikan dasar bagi KPU untuk menetapkan pasangan calon yang berhak ikut dalam Pilkada.

“Jika misalnya ada dualisme partai maka kita menunggu putusan hukum tetap,” pungkasnya. (politikamalang.com/ Rev)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *