Geliat Pilkada Zaman Now, Pengamat Politik Bilang ‘Pemimpin Muda Sedang Jadi Tren’

Jurnalaktual.com – Pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wawan Sobari, menilai pertarungan Pilkada Kota Malang 2018 bakal menjadi pertarungan politik yang ideal.

Meskipun di Pilkada nanti kemungkinan hanya bakal diikuti oleh dua pasangan calon ataupun tiga pasangan calon.

Wawan menyebut pertarungan politik ideal karena penantang petahanan adalah kaum muda.
Petahana pastinya Wali Kota Malang M Anton, sedangkan kaum muda diwakili oleh Yaqud Ananda Gudban.

“Sejauh ini yang menjadi penantang incumbent adalah calon dari kaum muda. Saat ini pemimpin muda ini menjadi trend dan mendapat tempat di banyak tempat. Bisa dilihat dalam Pilkada Trenggalek 2015 dengan Emil dan Gus Arifin (Bupati Emil Dardak dan wakilnya), juga Bupati Anas (Abdullah Azwar Anas) di Banyuwangi,” ujar Wawan yang dihubungi melalui telepon.

Mereka adalah contoh kaum muda yang mampu menyabet kemenangan di sebuah pemilihan langsung. Bahkan Emil dan Arifin melawan calon petahana ketika itu.

“Ini sangat menarik dan ideal, ketika ada penantang dari kaum muda. Jika sampai akhir nanti klir calonnya ini, maka akan sangat menarik,” tegasnya.

Pilkada di Kota Malang, katanya, bukan hanya berbicara tentang figur tetapi juga perang gagasan.
“Pilkada Kota Malang bakal menjadi pertarungan gagasan, bagaimana pemimpin Kota Malang nantinya bisa membikin maju kota ini dan menyelesaikan banyak tantang. Jadi tidak hanya sekadar figur tetapi juga pertarungan gagasan,” tegasnya.

Wawan mengingatkan tantangan yang bakal dihadapi oleh Kota Malang. Tantangan yang dihadapi masih tentang kemacetan. Tetapi kemacetan ini bakal terkait dengan keberadaan jalan tol Malang – Pandaan.

“Saya yakin kemacetan di tahun 2019 makin bertambah dengan adanya tol. Namun di sisi lain keberadaan tol menjadi berkah ekonomi bagi Kota Malang. Kemacetan bertambah ketika makin banyaknya orang atau kendaraan masuk ke KOta Malang melalui tol itu,” tegasnya.

Siapa pun pemimpin Kota Malang itu nantinya harus bisa menyelesaikan tantang itu. Hal ini akan terlihat dari gagasan para calon yang akan maju di Pilkada Kota Malang.

Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Malang akan digelar serentak pada Juni 2018. Sampai 19 hari menjelang masa pendaftaran ke KPU Kota Malang, ada sejumlah nama bakal calon wali kota yang mencuat di permukaan yakni M Anton dan Yaqud Ananda Gudban, juga Sutiaji.

Hanya saja, semua Parpol masih saling berkomunikasi untuk menentukan koalisi dan kepastian bakal calon yang bakal diusung dan didaftarkan ke KPU Kota Malang. ( Tribunnews.com / Rev )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *