Pengamat Politik Nilai Anton-Nanda Pasangan Ideal di Pilkada Malang

Jurnalaktual.com – Langkah para kyai dan petinggi PC NU Kota Malang memfasilitasi pertemuan antara H. Moch Anton dan Ya’qud Ananda Gudban, mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Wahyudi Winarjo, mengatakan, jika dua sosok itu berkoalisi dalam pilkada tahun mendatang akan menjadi pasangan calon yang sangat kuat.

Ada beberapa analisa yang dikemukakan oleh Wahyudi jika Anton-Nanda bergandeng tangan dalam Pilkada. Pertama, Nanda menurut Wahyudi, merupakan sosok yang mampu menambah popularitas dan elektabilitas Anton yang sudah baik sampai saat ini, karena memiliki beberapa modal sosiologi politik, seperti, gelar akademis, pengalaman di bidang legislatif dan memiliki penampilan yang bagus.

“Dalam politik itu selain kapabilitas dan kemampuan serta visi misi yang diemban oleh calon, faktor cantik atau ganteng dan kemampuan berkomunikasi yang baik tetap jadi perhitungan dan bisa meyakinkan pemilih,” kata Wahyudi.

Kedua, Wahyudi menilai sosok Nanda akan menutupi berbagai kekurangan Anton di beberapa lini, seperti masalah mengatur birokrasi. “Nanda dengan pengalamannya saya kira cukup bisa menjadi penutup kelemahan petahana dalam bidang itu,” ungkapnya.

Ketiga, sosok Nanda dinilai oleh Wahyudi juga memiliki jaringan yang cukup kuat baik tataran nasional sampai internasional dan hal itu akan sangat bermanfaat bagi Anton dalam upaya bersama membangun Kota Malang, jikalau keduanya menjadi pasagan calon dan memenangkan pilkada.

“Nanda ini adalah sosok calon yang potensial, track record dia sangat baik, dan jika gandeng dengan Anton saya kira akan saling menguatkan dengan catatan partai yang sudah menyatakan dukungan ke Nanda tetap mengusungnya seperti PAN dan PPP,” tukasnya.

Wahyudi juga menilai apa yang dilakukan oleh para Kyai dan petinggi PC NU itu cukup tepat jika menyarankan sosok Nanda sebagai pendamping Anton karena analisa beberapa faktor seperti dijelaskan sebelumnya. “Kita lihat saja jika memang Anton-Nanda menjadi paslon maka tinggal siapa nanti yang akan jadi lawannya di Pilkada,” tukasnya.

Terpisah, Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, menegaskan jika pertemuan antara para kyai termasuk dirinya, dengan Anton dan Nanda merupakan bentuk silaturahmi. “Kita silaturahmi saja dengan Abah Anton dan Mbak Nanda,” kata pria yang akrab disapa Gus Is itu.

Dikatakan pula, bentuk silaturahmi serupa juga kerap dilakukan oleh para kyai, termasuk dengan beberapa tokoh yang masuk nama kandidat bakal calon di Pilkada Malang 2018. “Beberapa tokoh sudah kita ajak silaturahmi, kemarin giliran Mbak Nanda,” imbuhnya.

Para Kyai Kota Malang, lanjut Gus Is, berharap, dengan adanya silaturahmi dengan para kandidat bakal calon bisa mengetahui visi dan misi untuk pembangunan di masa mendatang. “Para kyai ini mendengar suara masyarakat soal siapa sosok calon, lalu ada nama yang masuk dan nanti tinggal kita musyawarahkan dan hasilnya akan diberikan dalam bentuk saran,” tandasnya.

“Yang jelas kami berharap calon pasangan Abah Anton nanti bisa membangun sinergitas yang baik demi kemajuan Kota Malang,” pungkasnya. (Politikamalang.com/ Rev)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *