Waduh! Seribu Perguruan Tinggi Indonesia Akan Hilang Pada 2019, Ini Penyebabnya

Jurnalaktual.com – Merger perguruan tinggi swasta yang tidak memenuhi kriteria sudah berjalan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir mengatakan ada 4.529 perguruan tinggi di Indonesia.

Jumlah tersebut dua kali lipat dibandingkan jumlah perguruan tinggi di Tiongkok.

Padahal jumlah penduduk Indonesia hanya 1/6 dibandingkan Tiongkok.

“Perguruan tinggi Indonesi harus berkualitas, profesional, transparan, terbuka, dan jelas.”

“Lebih baik perguruan tinggi yang kecil-kecil dimerger.”

“Kalau yang tidak bermutu atau bermasalah, lebih baik ditutup,” tutur Nasir

Merger dilakukan agar tidak terlalu banyak perguruan tinggi karena manajemennya sulit dan biaya yang dibutuhkan sangat besar.

“Perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa kurang dari 1.000 orang tidak akan bisa menutup biaya operasional,” jelasnya.

Menurutnya, sudah ada beberapa perguruan tinggi yang resmi merger.

Termasuk empat sampai lima perguruan tinggi di Jawa Timur (Jatim).

“Syarat merger adalah satu yayasan, atau adanya kesepatan bila antar yayasan. Kami bisa memfasilitasi,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis wilayah VII Jatim, Soeprapto mengatakan merger perguruan tinggi Jatim terjadi di Probolinggo, Madiun, dan Pasuruan.

“Itu kan untuk efisiensi menejemen.”

“Targetnya ada 1.000 perguruan tinggi yang namanya hilang pada 2019,” beber Soeprapto.
Hilangnya perguruan tinggi tersebut diharap Soeprapto hanya merger.

Jadi bukan ditutup karena bermasalah.

“Masih ada tiga perguruan tinggi bermasalah di Jatim, termasuk satu perguruan tinggi di Malang.”

“Masalah itu terjadi karena adanya konflik internal yayasan yang tidak kunjung selesai.”

“Kami terus berupaya mengatasi konflik tersebut,” lanjutnya. (Tribunnews.com/ Rev)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *