Tarian Kecak Khas Bali Sambut Pergantian Tahun 2K18

 

 

Jurnalaktual.com – Pergantian tahun menjadi moment bagi kebanyakan orang untuk sekedar bersama dengan keluarga. Pada 2017 menuju 2018 tepatnya di Ubud Hotel & Cottages Malang menjadi sebuah moment budaya yang gempita, (31/12).

Dihadiri sekitar 250 orang tamu baik dari Malang maupun luar kota, performansi tarian kecak yang disajikan secara original dan spektakuler membuat hampir 90% tamu tidak beranjak meski sudah mulai berdatangan sememjak jam 21.00 untuk menikmati santap malam hidangan khas Bali.

Nuansa Bali yang kental dimulai sekitar jam 22.30 ketika bau dupa wangi mulai merebak dari segenap penjuru kebun dan resto. Tampak siring serta ketika lampu-lampu mulai meredup dan dua cendrawasih dengan kepak sayap emas lebar menari anggun di arena kebun yang sudah dikelilingi para tamu sebagai tari pembuka.

Dua cendrawasih emas ini dipresentasikan oleh dua penari cantik yang gemulai menarikan gerakan yang indah dengan alunan musik khas Bali.

Setelah sang cendrawasih menyelinap di gelap malam, suasana magis semakin kental ketika 30 orang penari kecak menderap gagah ke hadapan para penonton, diawali oleh sosok “Rangda” yang hadir dengan mantra sapa dalam bahasa Bali yang membuat tamu tak mengedipkan mata.

Cak..cak..cak..cakk! Teriakan-teriakan magis ini membahana di temaram malam terakhir 2017. “Sang Rangda” meliak liuk menari bersama para pengecak.

Dan cuplikan sendratari Rama Shinta ini pun diakhiri dengan nyanyian bersama para penari kecak sebagai bentuk sukur atas segala kebaikan yang telah diterima sepanjang 2017 dan kegembiraan pun dimunculkan kembali dengan joged saweran yang menggugah para tamu untuk menari bersama-sama.

Ternyata banyak tamu yang punya latar belakang tari sengaja menghadiri acara selebrasi pergantian tahun ini dan tentu saja mereka dengan suka cita berjoged saweran diiringi gamelan bali yang rancak. Apalagi acara ini dilombakan.

Pimpinan kecak yang datang dari bali langsung, menguji dua finalis dari sejumlah tamu yang berpartisipasi, dan ternyata mampu mengimbangi gerak tari sang guru. Penonton pun riuh memberikan “applause” untuk pemenang.

Dan ketika detik-detik pergantian tahun tiba, joged saweran disambung dengan polonaise mengelilingi kolam renang yang berkilau tertimpa cahaya obor dan lilin diseputar kebun. Trompet tahun barupun bersahutan dengan kembang api ketika jam menunjukkan 00.00.

Kesuksesan acara ini telah menginspirasi hotel unik satu-satunya di kota Malang ini untuk mengkolaborasikan tari kecak dari Bali dengan tari rancak tradisional asal Malang sebagai wujud kekayaan budaya Indonesia di gelaran tahun yang akan datang. Sampai jumpa di 31 desember 2018!(*)

Reporter: Dena Setya
Editor: Isman Wahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *