Indikasi Korupsi Parkir Dishub Malang

Kajari Malang-Purwanto Joko Irianto: ”Indikasi KORUPSI Parkir di Dishub Malang sedang kami PROSES saat ini”.

Ramot Batubara, SH, S.Sos Ketua Umum LSM ICON RI: Kami mendukung langkah Kejari Kota Malang untuk mengungkap kasus Korupsi Retribusi Parkir di Dishub dan siap mengawal kasus ini sampai tuntas..!!

Malang-KIA. Dinas Perhubungan kota Malang didera isu kasus korupsi atas retribusi uang parkir, Kejaksaan Negeri Kota Malang panen laporan dari masyarakat awal tahun 2018 ini salah satunya kasus retribusi parkir yang saat ini sudah bergulir diperiksa, sejauh ini sudah lebih enam orang yang sudah di panggil untuk dimintai keterangan. Kepala Kejari Kota Malang, Purwanto Joko Irianto mengatakan dugaan korupsi retribusi parkir ini akan kami tangani dengan serius, nanti kita lihat sejauh mana keterlibatan oknum-oknum di Dishub itu, saat ini masih tahap penyelidikan, pengumpulan barang bukti (pulbaket ), ”kata Joko Irianto dikantornya.
Berdasar temuan sementara , Indikasi korupsi di Dishub ini berupa selisih retribusi parkir yang seharusnya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang, selisih itu meliputi dua tahun anggaran yakni pada tahun anggaran 2015 dan 2016, kami memiliki 28 hari kerja untuk mengumpulkan bukti untuk memutuskan apakah bukti dan beberapa keterangan cukup atau tidak, jika bukti kuat bisa diterbitkan surat perintah penyidikan untuk menaikkan ke status penanganan kasus selanjutnya, ”jelasnya. Ramot Batubara, SH, S.Sos Ketua Umum Investigasi Corruption National Republik Indonesia (ICON-RI), kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas, dan akan suport data-data tambahan pendukung yang bisa membantu pihak kejaksaan agar secepatnya dapat menyeret pihak pihak yang lebih kompeten kemeja hijau, ”ujarnya.

Beberapa hasil temuan kami diberbagai titik lokasi parkir di kota Malang ini, bahwa selama ini petugas parkir (jukir) jarang memberikan karcis kepada masyarakat pengguna, bahkan dibeberapa titik area keramaian seperti bahu jalan, pertokoan, warung makan, bahkan di area titik lokasi jantung kota pun tidak dikasih karcis dan jukir jarang memakai baju seragam (rompi) parkir dari Dishub, hal ini jelas merugikan negara khsususnya Pemerintah kota Malang selama ini dan secara otomatis mengakibatkan terjadinya kebocoran anggaran dan jelas mengurangi PAD Kota Malang dari sektor parkir yang dikelola pihak Dinas Perhubungan, kami menghimbau agar pengelolaan parkir dikelola dengan benar dan pengawasan pihak-pihak terkait lebih maksimal, agar tidak tercipta lahan-lahan parkir siluman alias liar, tegasnya. ism

 

 

Ramot Batubara

Ramot Batubara, S.H, S.Sos adalah Pendiri/Direktur Utama/CEO Jurnal Aktual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *