Warga Keluhkan Guru Sdn 3 Sumberbening Lantaran Punya Usaha Sampingan Sebagai Renternir Dan Seenaknya Sita Barang Tanpa Aturan Jelas

Farida H. S.SPd

Malang-KIA. Warga Sumberbening Bantur dibuat resah dengan perlakuan oknum guru SDN 3 Sumberbening, Kec. Bantur, Kab. Malang. Pasalnya, selain berprofesi sebagai guru, IA, inisialnya juga berprofesi sebagai rentenir. Giring, salah satu warga sekitar sekolah yang meminjam uang pada IA mengaku sikap IA saat menagih tidak berperikemanusiaan, apalagi jika telah beberapa hari saja, IA tak segan-segan merampas barang yang ada dirumah sebagai jaminan. ”Waduh, aku sampe stres dewe ngrasakno wong iku, jian kebacut, kalau diteruskan koyok ngene yo kasian orang-orang. Ditagih sampe nyita barang, diilok-ilokno akeh wong, (aduh, aku sampai stres sendiri merasakan orang itu. Sangat keterlaluan, kalau diteruskan kaya gini ya kasian orang-orang. Ditagih sampai menyita barang. Dimaki-maki banyak orang-red),” ungkap, ”Giring saat ditemui KIA.
Beberapa warga juga menjelaskan terkait sikap IA yang tidak mencerminkan seorang guru. Apalagi uang yang dia pinjamkan pada warga merupakan uang pinjaman dia ke koperasi. ”Suka minjam uang ke koperasi tapi uangnya dipinjamkan lagi ke orang-orang disini, dan bunganya itu mencekik sekali, telat sebentar aja sudah di maki-maki, pokoknya warga sini resah sama orang itu, ”tambah seorang ibu warga di sana yang tidak ingin namanya disebut. Seorang guru yang juga mengajar disekolah yang sama dengan IA membenarkan perlakuan guru tersebut yang kasar. Dia menjelaskan, jika tidak hanya pada warga sekitar sekolah, tetapi juga kepada sesama guru.
”Mungkin memang sudah wataknya kaya gitu. Soalnya tidak hanya pada warga disini, juga sama guru-guru disini, ”terangnya. Kepala sekolah SDN 3 Sumberbening Kabupaten Malang ketka dilakukan wawancara, terkesan menutupi, saya gak paham mas masalah tersebut, saya gak pernah ikut campur masalah urusan yang bersangkutan, terangnya. Sementara itu, terkait seorang guru yang berprofesi sebagai rentenir hingga dikeluhkan warga sekitar, M. Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang terkesan tidak mau ambil pusing. Menurutnya, apa yang dilakukan guru tersebut bukan wewenang sekolah. “Kalau mau diproses hukum ya silahkan diproses saja di kepolisian, biar ditangkap oknumnya, ”terangnya kepada KIA di ruang kerjanya.
Dia juga menegaskan pihak sekolah tidak akan melindungu guru yang ketahuan mencemarkan nama baik sekolah dengan merugikan warga sekitar sekolah dan wali murid, “Kalau memang dia merugikan masyarakat atau wali murid, ya silahkan laporkan keparat hukum dan ditangkap , karena kami saya tidak pernah melindungi anak buah yang seperti ini buat apa saya melindungi orang seperti ini, ”tegasnya. Namun, dengan masalah ini, dia berharap mampu menjadi pembelajaran bagi guru, “Sehingga tidak ada lagi oknum -oknum tidak bertanggung jawab di kemudian hari, ”pungkasnya. bud-boi

red-aksi

Ramot Batubara, S.H, S.Sos adalah Pendiri/Direktur Utama/CEO Jurnal Aktual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *