RS. Khodijah Kebal Hukum, Polda Jatim Melempem

Sidoarjo-JA. Dunia kedokteran kembali tercoreng oleh ulah segelintir oknum dokter yang diduga dari Rumah Sakit Siti Khodijah di kawasan Sepanjang Sidoarjo lantaran ceroboh bahkan tidak professional dan untuk yang kesekian kalinya RS. Siti Khodijah ini bermasalah namun kali ini meminta tumbal kembali dengan tewasnya korban atau pasien bernama Supariyah (67) warga Suningrat RT-09/RW-02 Ketegan Taman Sidoarjo akibat dari pelayanan para medis 20-21 Desember 2017 di rumah sakit ini. Diduga kelalaian dalam mengawasi pasiennya secara maksimal hingga berakibat fatal. Sekitar pukul 21.00 WIB Dokter H. Moch Hamdan Sp. S (K) specialis ahli sharaf (jabatan direktur) dan Dokter Zakaria ahli penyakit dalam dan dokter Devi yang piket malam itu dan ketiga suster yang bertugas di ruangan Pav Multajam 08, malam tersebut Reni, Faizal Rizal, dan Abu Daud Hamzah yang menunggui ibunya sejak masuk rumah sakit tanggal 20 desember 2017 mengatakan bahwa sejak ibunya dimasukkan diruangan Pav Multajam nomor 08 tidak adanya komunikasi antara dokter dan para suster yang bertugas jaga waktu itu dan ibunya tidak pernah sekalipun dikunjungi atau diperiksa oleh kedua dokter tersebut diatas kendati sudah ada jadwal jam jam kunjungan dokter kepada pasiennya yaitu pukul 14.30-23.00 WIB.

Menurut salah satu saksi keluarga Faisal Rizal mengatakan, ”disinilah letak kecerobogan dan tidak profesinalnya para dokter yang menangani ibunya bagaimana tidak ibu saya benar benar dibiarkan dan ditelantarkan tidak ditangani oleh rumah sakit ini. Kendati ada jadwal kunjungan dokter kepada para pasiennya yang sudah terjadwal kenyatannya tidak satupun dari kedua dokter tersebut yang kelihatan peduli untuk mengunjungai atau memeriksa ibu saya yang tergeletak sudah berjam jam sejak siang di ruangan Pav Multajam 08, ”ungkap Faizal.

”Padahal sejak awal didepan sudah saya katakan kepada petugas penerima pasien, bahwa ibu saya adalah pasien umum yang siap membayar berapapun biayanya bukan biaya dari BPJS masih juga ditelantarkan secara tidak manusiawi yang berakibat sampai meninggalnya ibu saya, “tambah Faisal saat ditemui di rumahnya kawasan Suningrat Ketegan Taman Sudoarjo. Lanjut Faisal,  “ironisnya baik bidan, dokter piket, maupun dokter yang menanganinya waktu itu tidak mengetahui sama sekali kalau ibu saya sudah meninggal sekitar pkl. 21.00 malam, dengan berbekal ilmu kepramukaan adik saya Abu Daud dan keponakan masing masing memegang lengan tangan ibu saya ternyata sudah tidak ada denyut nadinya, sepontan kami berteriak panggil suster yang jaga dan kemudian dokter Hamdan juga dipanggil baru mau muncul, disitulah puncak kemarahan keluarga kami dan awal keributan atau perang mulut antara keluarga saya dengan dokter Hamdan, ”pungkasnya.

Semenatar itu, meninggalnya Supariyah di RS Siti Khodijah waktu itu pihak keluarga sudah berupaya melaporkan pihak RS ke Polsek Taman, sayangnya laporan tidak diterima oleh Aiptu Aris yang waktu itu sedang tugas piket, tidak patah semangat ditolak polsek taman kemudian pihak keluarga melaporkan ke Polda Jatim perihal kematian ibunya yang terjadi di wilayah hukum polsek Taman Sidoarjo akibat dugaan kecerobohan yang dilakukan pihak RS Siti Khodijah, entah apa penyebapnya kiranya pihak Polda Jatim-pun tidak mau menerima laporan perihal adanya warga yang meninggal di wilayah hukum polsek taman dan tidak dijelaskan kepada pihak pelapor kenapa ditolak, jelas keluarga korban. Dengan tidak adanya proses pemeriksaan dari aparat yang berwajib perihal adanya pasien meninggal dunia di RS Siti Khodijah, pihak keluarga malalui kuasa hukumnya akan melaporkan pihak RS Siti Khodijah ke Polda Jatim terkait dugaan mall praktek dan penelantaran pasien hingga berujung kematian dan juga akan melaporkan ke majelis kehormatan Disiplin Ilmu Kedokteran Indonesia serta ke Komnas HAM sebab seakan kebal hukum RS. Khodijah ini bahkan sekelas Polda Jatim-pun melempem menerima laporan keluarga Faizal…ada apa dengan RS yang masih di bawah naungan Muhammadiyah ini?-red. mec

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *