KPK: Anggota DPRD Malang Terima Gratifikasi Rp 5,8 M Dana Kelola Sampah

Jurnalaktual-Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, anggota DPRD Malang diduga menerima gratifikasi senilai Rp 5,8 miliar. Hal itu terkait dugaan penerimaan dana pengelolaan sampah.

“Diduga para anggota DPRD menerima total Rp 700 juta untuk kasus suap dan Rp 5,8 miliar untuk dugaan gratifikasi,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2018).

Dalam kasus dugaan gratifikasi terhadap anggota DPRD Malang ini, salah satu yang didalami penyidik adalah dugaan penerimaan terkait dana pengelolaan sampah di Kota Malang,” lanjut dia.

KPK pun mengingatkan agar para tersangka bersikap kooperatif dalam proses hukum tersebut. Mereka diminta mengembalikan uang yang pernah diterima.

“Hal itu akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan tuntutan dan hukuman nanti di persidangan. Sebagai informasi, sebagian dari 19 anggota DPRD sebelumnya telah mengakui perbuatan dan mengembalikan uang pada KPK,” Febri menandaskan.

Sebanyak 41 kursi di gedung DPRD Kota Malang kosong ditinggal pemiliknya. Mereka beralih mengisi sel tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan 2015 Kota Malang.

Praktis dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, kini hanya tersisa 4 anggota dewan saja. Keempatnya adalah Subur Triono (PAN), Priyatmoko Oetomo (PDIP), Abdulrahman (PKB), Tutuk Haryani (PDIP).

Dugaan suap ini mencuat saat KPK menggeledah Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang pada Agustus 2017 lalu. Komisi antirasuah menemukan keterkaitan eksekutif dan legislatif untuk memuluskan anggaran proyek.

red-aksi

Ramot Batubara, S.H, S.Sos adalah Pendiri/Direktur Utama/CEO Jurnal Aktual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *