Warga Urunan Uang “ Biayai Sendiri Proyek Draenase Desa”, Kepala Desa Pandansari Poncokusumo Malang Berkelit..!!

Malang Kabupaten- Jurnalaktual.com: Masyarakat Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang kecewa kepada sang kepala desa Sdr. Zainal Abidin sebab beberapa pengajuan pekerjaan pembangunan didesanya banyak proyek pekerjaan pembangunan yang sudah diajukan dalam rapat musyawarah desa bertempat dikantor desa Pandansari beberapa waktu lalu dan dihadiri kepala desa beserta perwakilan /aparat desa,  seorang warga desa Pandansari yang mengaku sebagai ketua RT mengatakan “dalam rapat itu kami ( warga ) diminta untuk segera mengajukan kegiatan pembangunan, namun beberapa pengajuan proyek pekerjaan yang sudah kami ajukan tidak satupun yang di gubris oleh Kepala desa, padahal anggaran ADD/DD di desa kami sudah turun, “ yang jelas kami warga sangat kecewa kepada pak Kades atas hal ini mas” ungkapnya.

Saat tim Investigasi wawancara kepada warga di proyek pembangunan Draenase di Desa Pandansari Kec.Poncokusumo Kabupaten Malang

Pekerjaan Draenase yang kami kerjakan secara swadaya ini lumayan besar dana nya mas” tapi bagaimana lagi kami butuh, akhirnya kami urunan antar warga dan dapat sedikit bantuan bahan material pasir dari pihak Perhutani sekitar sini’ ungkapnya kepada jurnalaktual.com sembari menunjukkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Hal ini dikonfirmasi tim jurnalaktual.com kepada kepala desa, Zainal Abidin mengaku” gak ada mas, “warga saya tidak pernah mengajukan proyek draenase itu kepada saya,” dapat info dari mana jenengan mas..?, kelitnya.

“Memang kami pernah mengundang dalam rapat warga desa untuk membahas tentang pembangunan di desa ini, tapi gak ada mas pengajuan yang seperti jenengan sampaikan ini, gak bener iku mas,” tambahnya.

Hasil investigasi jurnalaktual.com di beberapa titik lokasi di desa Pandansari kec.Poncokusumo banyak proyek insfrastruktur yang sedang berjalan ( on going ), namun papan nama pengumuman anggaran juga  ada yang tidak dipasang dilokasi proyek, hal ini mengakibatkan terjadinya ketidak transparansian tentang penggunaan/peruntukan anggaran, hal-hal seperti ini rentan dengan terjadinya awal tindak pidana korupsi (KKN) bagi aparat penyelenggara negara di daerah-daerah tentang penggunaan anggaran ADD/DD yang telah dikucurkan pemerintah, padahal Peraturan tentang alokasi prioritas penggunaan dana desa untuk tahun 2018 sudah diterbitkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,Dan Transmigrasi Republik Indonesia lewat Permendes nomor 19 tahun 2017 untuk acuan dan atau pedoman bagi Pemerintah Daerah Pusat dalam pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penggunaan Dana Desa.

Di sisi lain, Ramot Batubara, SH,S.Sos ketua Umum Lembaga ICON RI ( Investigasi Corruption National Republik Indonesia), menghimbau kepada aparat pemerintah khususnya aparat di pemerintah desa agar berhati-hati menggunakan dana desa, “jangan sampai aparat ditingkat pemerintah desa banyak yang masuk bui dan dihukum karena salah mengelola dan menggunakan keuangan ADD/DD sampai ketahap laporan pertanggungjawaban (LPJ) atas penggunaannya, karena aturan dan acuan dari pemerintah sudah jelas terkait hal ini, tegasnya.

Bahkan lebih lanjut Ramot mengatakan” coba kita memahami aturan-aturan yang benar dalam penggunaan dana desa, bahwa untuk mendorong Swakelola desa sudah jelas bahwa kementerian Desa PDTT sudah menegaskan mulai  tahun 2018 dan kedepan ini, bahkan kontraktorpun tidak boleh mengerjakan proyek dana desa dan dana desa hanya boleh dikelola dan proyeknya dikerjakan secara swakelola, dan 30 persen dana desa harus dipakai untuk upah, tegasnya kepada awak media dikantornya.

Berdasarkan data dan fakta yang terjadi selama ini jika proyek dikerjakan pihak ketiga ( kontraktor ), dan sudah terjadi fakta seperti ini dengan masuknya para kontraktor dari luar dan tenaga kerjanya juga dari luar, hal ini dapat menyuburkan praktik para elit desa yang menguasai anggaran dana desanya, tidak rahasia lagi jika para perangkat desa, elit desa dan bahkan kepala desanya sendiri pun akan berkongkalikong dengan para rekanan tertentu, ungkapnya.

(Jurnalaktual-Red)

red-aksi

Ramot Batubara, S.H, S.Sos adalah Pendiri/Direktur Utama/CEO Jurnal Aktual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *