PT. Roa Technologi Indonesia Diduga Bodong Izin Beroperasi

Sidoarjo-JA. PT.Roa Tehcnologi Indonesia Yang bergerak di bidang penjualan pasir dan batu koral di duga belum kantongi ijin usaha pemecah batu koral dan AMDAL (Analisa Mengensi Dampak dan Lingkungan) serta Amdal Lalin. Perusahan pemecah batu yang melaksanakan pengolahan batu di wilayah Lingkar Timur lebih tepatnya di desa Klurak ternyata belum mengantongi ijin dari pemerintah kabupaten Sidoarjo bahkan pemkab setempatpun belum memberi ijin jika kalau PT. Roa Tecnologi beroperasi hal ini dapat dipastikan illegal, ”ungkap  H. Amak Junaidi, kepada wartawan Senin (7/10/19).

Menjawab pertanyaan wartawan terkait aktivitas perusahaan pemecah batu tersebut, menurutnya, hingga bulan ini (Oktober) 2019, pengoperasian perusahaan harusnya  dikaji dulu dampak lingkungannya oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan juga harus mendengar pendapat masyarakat di sekitar lokasi. “Sejauh ini pihak kami LSM GEBER Sidoarjo telah melakukan pemantauan dan menganalisa kegiatan perusahaan pemecah batu tersebut, ternyata perusahaan tersebut belum mengantong ijin untuk beroperasi, “lebih jelas H. Amak.. Parahnya lagi, kata dia, perusahaan dimaksud juga tidak memiliki dokumen AMDAL.

Hal tersebut, jelasnya, sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah RI nomor 27 tahun 2012 tentang ijin lingkungan atau dalam hal ini adalah izin diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan yang wajib AMDAL atau UKL-UPL dalam rangka perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin usaha dan atau lingkungan hidup.

Kemudian, sambungnya, pasal 2 PP yang sama menegaskan, dalam hal lokasi rencana usaha dan atau kegiatan setidaknya sesuai dengan rencana tata ruang,  Sedangkan Priabodo selaku karyawan PT Roa Technologi Indonesia beralibi bahwa perusahanya sudah melakukan serta mendapatkan perijinan tapi masih dalam proses berjalan kepengurusannya. sis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *