Hari Jadi Jatim Ke-74, PB SEMMI Berharap Pemprov Jawa Timur Serius Tangani Masalah yang Dihadapi Masyarakat.

Surabaya-JA. Hari  Sabtu (12/10/2019) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-74 Jawa Timur. Dalam semarak perayaan hari jadi tersebut, Kabid PTKP PB SEMMI Abdullah Amas  menyampaikan bahwa Pemprov Jatim masih banyak PR terkait dengan masalah yang ada di masyarakat, seperti infrastruktur jalan. Di beberapa titik, jalan provinsi Jawa Timur dalam kondisi belum mantap, termasuk banyak jalan yang tidak memiliki drainase, sehingga saat musim hujan, terdapat genangan air dan menyebabkan jalan tersebut berlobang.

Selain masalah infrastruktur jalan, banjir juga menjadi bagian PR yang harus segera diselesaikan. Amas menyampaikan bahwa pemprov belum tuntas mengatasi masalah banjir yang kerap kali menimpa masyarakat seperti daerah Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban. Daerah tersebut adalah daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang setiap tahunnya dilanda banjir. Sedangkan daerah lain yang juga menjadi langganan banjir diantaranya Kabupaten Sampang, Pasuruan dan Sidoarjo. “Daerah-daerah ini menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Langganan bencana itu bukan suatu yang enak didengar. Banjir menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, sekaligus mengganggu perekonomian di daerah itu,” katanya. Banjir yang terjadi di beberapa titik di daerah tersebut merusak pertanian masyarakat.

Selain bencana banjir, di wilayah Jawa Timur saat musim kemarau juga dilanda kekeringan di sejumlah titik, seperti Madura, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Trenggalek, Bojonegoro dan Pacitan. Di wilayah tersebut masyarakat sudah mulai kesulitan air bersih.  Sebab itu, Khofidah berharap pemprov segera melakukan penanganan jangka panjang dengan menyediakan sumur bor dan tandon air sebagai penampung air untuk kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya itu, tidak kalah penting yang hingga saat ini menjadi PR pemprov adalah menurunkan angka stunting. Per-Agustus kemarin, angka stunting di Jawa Timur sebesar 26,2 persen yang tersebar di 12 kabupaten, diantaranya Malang, Trenggalek, Kediri, Bondowoso, Bangkalan, pameksan, Sumenep, Jember, probolinggo, Nganjuk, Sampang dan Lamongan. Menurut Khofidah pemprov harus segera mengambil langkah serius karena menyangkut generasi penerus bangsa. “Stunting ini menyerang tumbuh kembangnya anak diusia 0-2 tahun, karena itu perlu langkah kongkrit dan cepat dari pemprov untuk melindungi anak-anak Jawa Timur, mulai dari sosialisasi hingga pemenuhan gizi untuk anak, ”tuturnya. mec

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *