Yuk…Tambah Wawasan Tentang Perijinan, Mengkuak Cabang Pabrik Piala Bodong

Sidoarjo-JA. Pabrik Piala dan cabang-cabangnya yang diduga ILEGAL mulai terkuak satu persatu. Setelah beberapa hari di lakukan investigasi oleh tim media dan pemerhati lingkungan akhirnya terkuak juga beberapa cabang dari perusahaan yaitu CV. FSJM. Di sidoarjo sudah ditemukan ada 3 cabang pabrik yang telah beroperasi melakukan kegiatan produksi piala semuanya telah melanggar prosedur aturan pemerintah. semua itu dibuktikan adanya laporan dari H. Amak Junaedi mewakili LSM-GEBER ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sidoarjo (PTSP) pada 22/11/2019.

Tertuang dengan nomor 503/861/438.5.16/2019¬† dan ditanda tangani CV. Fun Sinar Jaya Mandiri (FSJM) ternyata hanya memiliki Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perdagangan (TDP). Sedang jika sebuah bangunan perusahaan melakukan kegiatan produksi maka harus mengantongi IMB dan IZIN INDUSTRI dari dinas terkait. “ini sudah jelas, kalau perusahaan atau PABRIK PIALA itu banyak melanggar dan harus ditindak oleh pihak yang berwajib bahkan pihak Perijinan Sidoarjo diharapkan tegas dan jangan lembek dalam temuan masyarakat ini. “jelas Amak Junaedi.

Untuk perusahaan piala  gak gablek ijin itu dan sudah berproduksi ada di tiga tempat yang berbeda dengan pemilik yang sama dan terindikasi BODONG. Tiga lokasi tersebut adalah:

  1. lokasi Dusun Ganting Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan
  2. lokasi Desa Jati Kecamatan Sidoarjo (2 bangunan berbeda)
  3. lokasi depan Balai Desa Banjar Bendo Kecamatan Sidoarjo.

Dari ketiga pabrik yang rata rata memperkerjakan puluhan pegawai itu DIDUGA juga tidak memberikan fasilitas BPJS kepada pegawainya padahal setiap operator mesin sangat rentan akan kecelakaan kerja. Saat pihak JA dan GEBER mendatangi salah satu warga terdampak mereka juga mengeluh dengan adanya kegiatan hingga larut malam yang sangat mengganggu lingkungan lantara suara bising dari Pabrik Piala Bodong itu.

“Lah wong pada awalnya tempat itu masih kecil dan hanya dipakai untuk gudang tapi sekarang malah dipakai sebagai pabrik dan tidak ijin warga sekitar pula, pak. “terang warga yang ada di sebelah pabrik itu kepada GEBER yang tidak ingin disebutkan namanya. Hingga berita ini diturunkan pihak GEBER dan JA masih menunggu jawaban dan tindakan tegas dari pihak terkait yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sidoarjo (PTSP), Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan SATPOL PP terkait laporan yang dilayangkan oleh pihak GEBER yaitu Kaji Amak nama panggilan akrabnya. sis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *