Jadi Sorotan Dunia Bupati Sidoarjo Deklerasikan ‘GERAKAN STOP Gunakan LIMBAH PLASTIK Untuk Produksi Tahu’

Sidoarjo-JA. Santernya pemberitaan media baik Nasional bahkan Dunia yang menyoroti  masalah produksi tahu di Krian, Sidoarjo dengan menggunakan sampah/limbah plastik sebagai bahan bakar untuk produksi TAHU kini mendapat perhatian serius dari Bupati Sidoarjo-Saiful Illah. Bupati Sidoarjo menyampaikan himbauan masyarakat, serta pengusaha tahu agar tidak lagi menggunakan bahan bakar sampah/limbah plastik untuk produksi tahu. Keseriusan ini dibuktikan dengan dilaksanakan sosialisasi atau Deklarasi GERAKAN STOP Gunakan LIMBAH PLASTIK Untuk Memasak Tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (26/11/2019).

Sekitar pukul 12.00 WIB rombongan Bupati tiba di acara sosialisasi atau deklarasi Industri Kecil Menengah (IKM) tepatnya di pembuatan produk tahu unggulan di Tropodo, Krian, Sidoarjo guna melakukan Gerakan Stop menggunakan bahan bakar sampah limbah plastik. Dalam kegiatan deklarasi ini dihadiri oleh Kadisperindag Provinsi-Drajat Irawan, Tjarda-Disperindag Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo yang diwakili Waka Polresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, Camat Krian-Agus  Maulidi, Danramil Krian yang diwakili Serda Nanang Aulia, Kapolsek Krian Kompol M Kholil, Perwakilan Pengusaha Tahu (30  orang), Toga-Tomas Desa Tropodo dan Warga Desa Tropodo sejumlah kurang lebih 100 orang.

Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengatakan yang pada intinya menepis isu yang berkembang tentang  telur beracun akibat terkontaminasi limbah plastik yang  beracun itu tidak benar. Ia juga menjelaskan kepada warga bahwa temuan tersebut tidak benar. Ia berpesan kepada pabrik tahu tersebut kalau pembakaran mengunakan plastik asap lebih pekat disarankan agar menggunakan kayu bakar atau pelet yang sudah diuji coba di tempat pengusaha ibu Solikah/Anwar di  Dusun Areng Tropodo. ”Penggunaan wood pallet sebagai bahan bakar bisa jadi alternatif pengganti limbah plastik, bila dibandingkan dengan limbah plastik harga wood pallet masih terjangkau, relatif murah, ”ujar Saiful Illah. Selanjutnya acara ini dilanjutkan uji coba temuan bahan bahan bakar mengunakan pelet pembakaran secara umum dan di lanjutkan peninjauan pengorengan tahu mengunakan bahan bakar pelet.

Sementara itu 6 Point Deklerasi tersebut berisi tahu tersebut adalah sbb: tidak akan menggunakan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu, sebagai gantinya akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, tidak akan produksi yang berdampak pada pencemaran lingkungan, mentaati segala peraturan per-UU yang berlaku, menjaga mutu dan kualitas tahu, dan mengurangi emisi gas buang pada produksi. Ketua Paguyuban, Komarudin mewakil 47 IKM Tahu Desa Tropodo sepakat akan mengakhiri penggunaan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu. Penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar memang dilarang pemerintah. ”Menurut UU Lingkungan dilarang, ”tandas Kadisperindag Jatim-Drajat Irawan saat ditemui di lokasi pusat industri tahu terkenal di Sidoarjo dan sempat menjadi sorotan dunai. sis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *