PRIA yang KUHARAPKAN

 

”Di luar ada orang mencarimu, ”kata Bu Lita

”Siapa?, ”tanyaku

”Pak Pos. Sepertinya ada surat untukmu, ”jawab Bu Lita

Sementara kutinggalkan pekerjaan dan aku bergegas ke luar. Di depan pintu gerbang, Pak Pos tampak berdiri dengan membawa surat. Pak Pos mengenakan jaket dan helm oranye, begitu juga dengan motor dan tas barangnya juga berwarna oranye.

”Pak Pos, ada surat untukku?, ”tanyaku

”Mbak Ruri, ada surat dari Farizky Fajar Setiawan, ”jawabnya

”Oo, itu nama anakku, ”kataku

Kubuka surat itu isinya sebuah ucapan Selamat Ulang Tahun dan bertanya kapan aku pulang. Suratnya ia tulis tangan dan digambar kue tart dengan warna crayon. Walau tulisannya masih cakar ayam dan gambarannya tidak karu-karuan tapi kuhargai karyanya. Anakku yang masih duduk dikelas 1 SD belajar menulis surat yang ia kirimkan pada aku. Ini hasil belajarnya di sekolah. Aku bahagia membaca surat itu, seolah senyum anakku kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Walau kini ada ponsel pintar yang memungkinkan orang untuk berbicara jarak jauh tapi surat yang dikirim lewat pos terasa lebih menyenangkan. Itu bisa jadi bukti outentik dan disimpan sebagai kenangan.

Jauh-jauh dari kampung aku bekerja di kota hanya demi mencari nafkah. Suamiku telah meninggalkan aku untuk selamanya, sekarang statusku Janda Beranak Satu. Aku bekerja sebagai tenaga penjahit di sebuah home industry yang memproduksi pakaian jadi. Juraganku juga memiliki butik dan beberapa distributor ke pasar. Para karyawan disediakan asrama yang tempatnya berada di sebelah rumah kerja. Juragan dan keluarganya juga tinggal bersama kami.

Saat membuka situs online di gadget, aku senang melihat berbagai  macam  pakaian  model baru. Melihat itu aku  jadi  ingin membelinya. Kuhubungi contact person dan kutransfer sejumlah uang sesuai nominal yang tertera dan ditambah ongkons kirim. Lalu barang yang dipesan akan segera dikirim. Beberapa hari kemudian, Pak Pos datang mencariku. Kali ini membawa sebuah kiriman paket dari situs online ternama.

”Mbak Ruri, ada kiriman paket, ”kata Pak Pos

Kubuka paketan itu ternyata isinya sebuah pakaian yang sesuai dengan katalog online. Kualitasnya bagus, warnanya kalem tidak nyorak dan datang tepat waktu. Juraganku  ikut senang melihat aku punya pakaian bagus.

”Pakaianmu bagus. Kalau Minggu ini stok kita sudah selesai, Minggu depan kita buat model baju seperti punya kamu, ”kata Bu Lita

”Iya bu, ”jawabku

Di rumah kerja semua bekerja sambil mendengarkan radio. Mulai memotong kain, menjahit, mengobras hingga sampai packing. Karena hanya alat komunikasi ini yang bisa didengarkan sambil melakukan sebuah pekerjaan. Sambil bekerja semua bisa mendengar lantunan musik dan menyimak berbagai macam informasi.

Di radio Karisma FM ada sebuah kompetisi menulis pengalaman pribadi menggunakan sebuah produk sabun. Kebetulan aku sering menggunakan produk sabun tersebut. Aku coba mengikuti kompetisi itu dengan mengirimkan tulisan pengalaman pribadi disertai bungkus kosong sabun, data diri dan foto bersama sabun tersebut. Lalu dikirimkan  melalui pos. Hari berganti hari dan Minggu berganti bulan, Pak Pos kembali datang mencariku. Kali ini membawa sebuah kertas putih surat wesel.

”Mbak Ruri, ada wesel dari produk sabun. Uangnya bisa dicairkan di kantor, ”kata Pak Pos

”Hore… aku  menang!, ”aku kegirangan.

Pada surat wesel itu tertera tulisan pemenang 10 besar. Aku hanya jadi pemenang juara 10 besar tapi lumayan dapat uang 1 juta. Aku senang sekali. Karena senangnya aku sampai mencubit pipi Pak Pos. Aku gemes banget.

”Apa-apaan sih! Sakit tau,”pekik Pak Pos

Malam hari para karyawan tampak santai di asrama. Ada yang menonton TV, duduk-duduk di beranda, ngrumpi di kamar dan ada yang sibuk dengan gadgetnya. Aku duduk di depan TV menyaksikan sinetron keluarga. Saat selingan  iklan, ada  kuis yang digelar oleh sebuah produk kopi. Cara mengikutinya dengan mengirimkan kemasan kosong disertai foto kopi data diri lalu dimasukkan ke dalam drop-box yang ada di toko. Melihat itu aku ingin mengikutinya karena di asrama banyak teman-teman yang demen minum kopi. Dari pada bungkusnya dibuang mending kukirimkan saja.

Pada kuis itu ada banyak hadiah yang ditawarkan. Hadiah utamanya satu unit mobil mewah, sejumlah motor dan berbagai barang elektronik lainnya. Aku berkhayal, seandainya menang juara 1 aku akan membawa mobil itu ke kampung. Pasti keluarga akan senang begitu juga dengan para tetangga bisa ikut numpang kalau ke pasar. Tapi aku nggak bisa nyetir, trus gimana cara bawanya ke kampung? Ah, aku cuma berkhayal supaya pikiran tidak tegang.

Diundi saja belum apalagi menang. Tapi aku harus berhati-hati jika ada penipuan berkedok kuis. Suatu hari aku ditugaskan juragan untuk menjaga butik karena beberapa karyawannya berhalangan masuk. Baru kali ini aku bekerja menjadi pelayan karena biasanya aku bekerja dengan mesin jahit. Malam hari saat pulang ke asrama aku terkejut melihat ada sebuah bingkisan di atas meja kamar bertuliskan hadiah hiburan dari produk kopi.

”Bu Lita, tadi Pak Pos ke sini?, ”tanyaku pada juragan

”Iya, mengantar bingkisan itu buat kamu. Enak ya sering dapat kiriman, ”kata Bu Lita

”Ya lumayan dapat rejeki tambahan, ”kataku.

”Kudoakan kamu menang undian dapat hadiah suami baru, ”canda juragan padaku

Walau tak mendapat mobil, tapi lumayan dapat hadiah hiburan berupa produk kopi gratis berbagai macam  rasa  yang bisa diminum rame-rame bersama teman di asrama. Aku dan Pak Pos saling kenal lewat situs media sosial. Jika bertemu di jalan kami saling bertegur sapa. Pak Pos itu bernama asli Supra Aji Darmawan yang biasa dipanggil Mas Darma. Statusnya single tapi tak lama lagi akan meminang seorang gadis dari sebuah instansi pemerintahan.

Dari pengalamannku dua kali memenangkan kuis sekarang aku makin rajin mengikuti berbagai kuis baik yang digelar di radio, TV atau media cetak. Aku tetap harus hati-hati jika ada penipuan, karena berbagai modus penipuan bisa menyerang siapa saja. Mengikuti kuis seperti ini hanya didasari rasa iseng belaka tanpa terlalu berharap menang. Bagiku kalau menang, syukurlah…Tapi kalau kalah tak apalah.

Suatu hari saat aku bekerja, ada Pak Pos datang tapi kali ini Pak Posnya berbeda dari biasanya. Bukan Mas Darma tapi sosok Pak Pos bertubuh tambun, kulit hitam dan berkumis tebal. Pak Pos ini sepertinya sudah lebih senior.

Mbak Ruri, ada surat buat anda,”kata Pak Pos itu

”Dari siapa?, ”tanyaku

”Maaf surat ini tidak mencantumkan nama pengirimnya, ”jawabnya

”Sekarang Pak Posnya ganti?, ”tanyaku penasaran

”Mas Darma  lagi cuti, ”jawabnya singkat.

Kubuka surat itu ternyata isinya sebuah undangan. Supra Aji Darmawan akan menikah dengan Heni Adelia beberapa hari lagi. Di sini hanya aku yang diundang. Ternyata Mas Darma hanya menggodaku dengan mengirimkan surat undangan ini lewat pos. Walau Mas Darma telah beristri, kedatangannya tetap kuharapkan tapi aku tidak bermaksud  menghancurkan rumah tangganya. Sebagai Pak Pos tentu tugasnya mengantarkan surat dan berbagai barang lainnya. Pak Pos selalu datang menyampaikan kabar gembira, dialah PRIA yang amat KUHARAPKAN kedatangannya.

Selesai

Pengirim

Nama              : Wieke Mulya Ningrum

Alamat             : Jl. Ken Dedes RT.4 RW.1 (sebelah rumah kepala desa) Desa Tulus Besar

  Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang 65156

No. HP             : 085103847525

No. Rekening  : BRI Unit Tumpang-Malang-Kawi 315001027772531

  a/n. Wieke Mulyaningrum

e-mail              : tanwieke@gmail.com

Facebook        : Wieke Tan

Twiter              : @wieke_tan12

Hobi                 : Olah Raga & Menggambar

Agama             : Islam

Pekerjaan        : Guru

Status              : belum menikah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *