Baru Dibangun SDN 02 Keting Ambruk, Kini Polisi Periksa 5 Saksi

Jember-JA. Polisi memeriksa lima saksi terkait ambruknya bangunan baru SDN Keting 02, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Senin (16/12/2019). Kelima orang yang diperiksa itu antara lain konsultan pengawas, pelaksana proyek, juga tukang. ”Hari ini kami meminta keterangan dari lima orang saksi terkait ambruknya ruang kelas di SDN Keting 02. Kami masih mendalami pemeriksaan ini, belum menyimpulkan apapun, “ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Yadwavina Jumbo Qantasson kepada JA, Senin (16/12/2019). Pemeriksaan dilakukan setelah sebelumnya, penyidik Polres Jember melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Polres Jember bersama Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Jember juga memeriksa kembali lokasi itu pada Minggu (15/12/2019).

Selain itu, pada Selasa (17/12/2019), petugas dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri yang ada di Surabaya juga akan memeriksa TKP. ”Jadi nanti tim ahli dari Labfor juga akan memeriksa. Kami harapkan bisa diketahui nanti titik robohnya di bagian mana, ”imbuh Jumbo. Dari informasi yang dihimpun JA, penyidik telah meminta dokumen terkait rehab dua ruang kelas di SDN Keting 02 tersebut. Dokumen itu diminta dari rekanan pelaksana proyek tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (14/12/2019) pagi, ruang kelas 5 SDN Keting 02 Kecamatan Jombang ambruk. Padahal bangunan itu baru selesai dibangun melalui program rehab sekolah tahun 2019. SDN Keting 02 mendapatkan proyek rehab untuk dua gedung yakni kelas 5 dan kelas 6. Berdasarkan perjanjian kerja, rehab gedung itu selesai tanggal 12 Desember.

Ketika ambruk, pengerjaan rehab ruang kelas itu sudah selesai meskipun belum diserahterimakan secara resmi ke pihak sekolah. Karena membutuhkan ruang kelas, pada ujian semester Desember ini, dua ruang kelas itu dipakai khusus untuk ujian saja. Selama ruang kelas itu dibangun, para murid belajar di musala sekolah setempat. Kini dua ruang kelas yang baru dan ambruk itu masih dipasangi garis polisi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya ruang kelas tersebut. Saaat peristiwa terjadi, para murid dan guru sedang beraktivitas di halaman sekolah tersebut. Polisi memeriksa lima saksi terkait ambruknya bangunan baru SDN Keting 02, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Senin (16/12/2019).

Kelima orang yang diperiksa itu antara lain konsultan pengawas, pelaksana proyek, juga tukang. ”Hari ini kami meminta keterangan dari lima orang saksi terkait ambruknya ruang kelas di SDN Keting 02. Kami masih mendalami pemeriksaan ini, belum menyimpulkan apapun,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Yadwavina Jumbo Qantasson kepada JA, Senin (16/12/2019). Pemeriksaan dilakukan setelah sebelumnya, penyidik Polres Jember melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Polres Jember bersama Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Jember juga memeriksa kembali lokasi itu pada Minggu (15/12/2019).

Selain itu, pada Selasa (17/12/2019), petugas dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri yang ada di Surabaya juga akan memeriksa TKP. ”Jadi nanti tim ahli dari Labfor juga akan memeriksa. Kami harapkan bisa diketahui nanti titik robohnya di bagian mana, ”imbuh Jumbo. Dari informasi yang dihimpun JA, penyidik telah meminta dokumen terkait rehab dua ruang kelas di SDN Keting 02 tersebut. Dokumen itu diminta dari rekanan pelaksana proyek tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (14/12/2019) pagi, ruang kelas 5 SDN Keting 02 Kecamatan Jombang ambruk.

Padahal bangunan itu baru selesai dibangun melalui program rehab sekolah tahun 2019. SDN Keting 02 mendapatkan proyek rehab untuk dua gedung yakni kelas 5 dan kelas 6. Berdasarkan perjanjian kerja, rehab gedung itu selesai tanggal 12 Desember. Saat ambruk, pengerjaan rehab ruang kelas itu sudah selesai meskipun belum diserahterimakan secara resmi ke pihak sekolah. Karena membutuhkan ruang kelas, pada ujian semester Desember ini, dua ruang kelas itu dipakai khusus untuk ujian saja. Selama ruang kelas itu dibangun, para murid belajar di musala sekolah setempat. Kini dua ruang kelas yang baru dan ambruk itu masih dipasangi garis polisi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya ruang kelas tersebut. Saaat peristiwa terjadi, para murid dan guru sedang beraktivitas di halaman sekolah tersebut. Meski baru dibangun atap gedung Sekolahan Kelas 5 SDN II Keting Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur Sabtu (14/12/2019) sekitar jam 07:15 WIB ambruk. Beruntung, insiden tersebut tidak ada siswa di dalam kelas karena sedang latihan persiapan upacara untuk hari ini, Senin.Kejadian mengejutkan dan mengancam jiwa siswa berlangsung cepat dan saat ini masih ditangani langsung oleh pihak Kepolisian Sektor Jombang yang sedang melakukan penyelidikan.

Kepala Sekolah SDN 02 Keting Satram mengatakan, bahwa pihaknya tidak menyangka sekolah tempat dirinya bekerja bisa ambruk. Pasalnya rangka baja ringan (galvalum-red) yang dibangun oleh CV. Ace Mitra Utama baru saja selesai direnovasi. ”Saya juga kaget kenapa bangunan baru bisa ambruk, Alhamdulillah saat itu tidak ada murid di dalam kelas. Kejadian sendiri pukul 07.15 WIB, mas (JA-red). ”ungkapnya saat dikonfirmasi media di lokasi kejadian. dpn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *