Otak MUFAKAT JAHAT Sengketa Tanah HAJI AHMAD Desa Prasung TERUNGKAP

Sidoarjo-JA. Dari berbagai sumber yang masuk dan berhasil LSM Gabungan Sidoarjo kumpulkan selama satu bulan INVESTIGASI muncul DUGAAN yang mentuding andilnya beberapa mantan kades dari dua periode sebelumnya dari Desa Prasung Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Nah Kedua Mantan Kades diduga telah menyalahgunakan wewenang jabatan mereka untuk bermain dengan dokumen tanah warga desa dengan cara merubah status kepemilikan tanah yang sebenarnya dimiliki ahli waris yaitu Haji Ahmad. Sebagai tindak lanjut, LSM Gabungan Sidoarjo bertindak sebagai kuasa hukum yang terdiri dari Nur Urifan, Faizal Riza, Eko, H. Amak Junaedi yang mewakili Suprapto dan Muhammad Subandriyo sebagai ahli waris yang SAH pada hari Rabu, 04 Maret 2020 mendatangi Kecamatan Buduran untuk memberikan data dan kronologi sebagai dasar untuk mengungkap tanah basah (tambak) yang ada di Desa Prasung yang selama ini dikuasai Yakilul.

Nur urifan salah satu perwakilan dari mereka menjelaskan, ”kami  sementara ini sudah mengirim berkas pendukung atau data dan kronologi ke Camat Buduran dan semoga dapat membantu menyelesaikan yang telah puluhan tahun sengketa ini belum berhasil. ”terangnya. Selain itu pada hari Minggu, 01/03/2020  sidak lokasi juga dilakukan pada obyek (tambak) yaitu Muhammad Subandriyo dan Suprapto didampingi kuasa hukumnya juga Yakilul yang selama ini memiliki obyek tersebut juga dikuasakan Nurul Munafatik alias Fatik, salah satu keluarganya juga sempat terjadil mediasi kedua belah pihak namun belum ada hasil karena sama sama merasa saling memiliki. ”kalau selama ini kalian hanya berdasar pada cerita cerita maka itu tidak dapat menjadi dasar untuk menjelaskan kalau obyek ini siapa yang memiliki, ”ujar Fatik yang mengaku keponakan Yakilul. Mereka juga sempat menyinggung kalau kalau Suprapto dan Muhammad Subandriyo (Bandriyo) juga masih ada hubungan keluarga.

Muhammad Subandriyo juga tidak tinggal diam saat ditemui JA yang dengan lantangnya mengatakan, ”orang tua kami sebelum meninggal pernah menanyakan berkas tanah ini ke kantor Desa Prasung namun dengan mudahnya pejabat pemerintah desa waktu itu memberikan keterangan kalau BERKASNYA TERBAKAR saat kantor desa kebakaran, ANEH tapi NYATA adanya walau terbakar..Anehnya tidak harus hilang musnah semua berkas yang enggan membuat arsip lagi..kan ada pendataan ulang dari warga desa nah yang Nyatanya..lah cuma kebakaran sedikit masak harus semua arsip atau buku tanah hilang musnah dibadok GENI (musnah dimakan api-red), siapa tahu kalau membakar kantor desa kala itu juga bagian dari MUFAKAT JAHAT Kades terdahulu mas, ”ungkap Bandriyo. Bersambung. sis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *