Warga : Risma Dulu Tegas Sekarang Pengecut

 

 

Surabaya – JA   Putra hanya bisa memandang dengan pasrah ketika anggota Satpol PP meratakan rumah yang ditempatinya sejak kecil di Jalan Cisadane Surabaya Jumat(06/03)

Kepada awak media Putra menyampaikan rasa kecewa yang sangat mendalam karena penggusuran yang dilakukan sangat tidak manusiawi .
“Kami akui mendirikan bangunan dibantaran sungai memang salah tapi kenapa Bu Risma Walikota Surabaya yang biasanya Bijaksana tiba tiba arogan , dengan semena mena tanpa pemberitahuan terlebih dahulu pada warga dia menginstruksikan kepada bawahannya untuk menggusur rumah yang telah kami tempati lebih dari 45 tahun ,” ungkap Putra dengan kesal.

Ahmad Khusaeri Ketua RT 11 RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo membenarkan keluhan warga , dia sebagai RT yang tempat tinggal warganya terkena gusur tidak pernah diberi pemberitahuan akan adanya penggusuran. Sudah 20 KK (Kepala Keluarga) yang rumahnya dibantaran sungai rata dengan tanah.
“Saya sebagai RT tidak di beritahu akan adanya penggusuran tiba tiba saja malam kemarin Satpol PP menghancurkan tempat tinggal warga ,” terang Pak RT yang sangat peduli dengan warga.

Indra salah seorang korban yang rumahnya digusur menambahkan malam itu dia sempat beradu argumen dengan Bu Risma tapi Walikota tidak peduli dengan permintaan warga dan tetap memerintahkan menggusur semua banguan disamping sungai .

“Saya sudah memohon kepada Bu Risma , Kami memang salah tapi kenapa Bu Risma dengan Arogan tetap menggusur rumah kami , beri kami waktu setidaknya satu hari untuk memindahkan barang kami bukan saat ini juga , dimana hati nurani seorang Ibu ,” tutur Indra dengan geram

Semua warga merasa kecewa dengan tindakan semena mena yang dilakukan Bu Risma . Tapi kenapa tidak ada pemberitahuan akan adanya penggusuran ketika awak media mencoba menemui Camat Wonokromo untuk klarifikasi hanya ditemui sekcam Pak Ali Rusbianto .
“Saya memang mengetahui adanya penggusuran mulai tadi malam tapi kenapa tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga akan adanya penggusuran bukan wewenang saya semua kebijakan ada pada pimpinan , saya hanya bisa menampung keluhan warga untuk saya sampaikan pada pimpinan ,” terang Ali.

Ketika awak media mencoba menghubungi Kabaghumas Pemkot Surabaya melalui telpon selular untuk klarifikasi , ada nada masuk tapi tidak diangkat.
Warga cuma ingin menanyakan kenapa Walikota hanya berani menggusur bangunan rakyat kecil sementara bangunan toserba Palapa dan Toserba Remaja sama sekali tidak tersentuh ada apa dengan Bu Wali.

“Kenapa Bu Risma hanya berani menggusur bangunan kami , sedangkan Toserba Palapa dan Toserba Remaja yang sebagian bangunannya juga berada pas di samping sungai tidak digusur, kenapa Bu Walikota tidak berlaku adil hanya berani dengan rakyat kecil kenapa Bu Wali yang biasanya tegas sekarang menjadi pengecut ,” pungkas Indra dengan kesal.(RED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *