Oknum WASTIB Disperindag MalKot DIDUGA Aniaya PKL Dengan BRUTAL Hingga Pingsan

Malang-JA. Pengawasan dan Penertiban (Wastib) dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang dilaporkan oleh Lickmanto (24), Warga Muharto, Kelurahan Kotalama ke Mapolresta Malang Kota dan kini kasusnya sedang dilakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil laporan kepolisian, LICKMANTO adalah seorang DISABILITAS yang beraktifitas sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Besar Malang DIDUGA mengalami PENGEROYOKAN oleh beberapa OKNUM WASTIB sehingga Lickmanto mengalami MEMAR di wajahnya saat berjualan di SARBES Malang (PBM) pada 24 Januari 2020 lalu.

Lickmanto

”Hasil laporan tersebut mengeluarkan surat tanda terima laporan polisi (STTLP) nomor:STTLP/LP/63/I/2020/JATIM/Resta Makota, 24 Januari 2020, ”ungkap Ramot Batubara, SH-Kuasa Hukum Lickmanto saat ditemui JA pada hari Kamis (19/3/2020). Ramot Batubara yang berkantor Law Firm Ramot H Batubara ini menjelaskan, pihaknya pernah diajak DAMAI  oleh Wahyu Setianto-Kepala Diskoperindag Kota Malang akan tetapi hal itu DIINGKARI sendiri oleh Wahyu Setianto dengan tidak mendatangi keluarga korban. Menurut Ramot perlakuan WASTIB ini salah dalam menjalankan tugasnya dalam PENERTIBAN yang dinilai berlebihan.

Ramot H Batubara-Kuasa Hukum PKL Tertindas (kanan)

”Kami merasa terlalu berlebihan-lah jika dalam dalih mentertibkan seharusnya tidak perlu melakukan tindakan PENGEROYOKAN kepada saudara LICKMANTO yang merupakan seorang Disabilitas, mas, ”tegasnya. Ramot menambahkan, ”perilaku Wastib tidak berhenti disitu saja, mas bentuk yang tidak pantas lainnya yakni menseret kepada saudari RAFIAH salah PKL penjual pakaian PBS juga dilakukan WASTIB seoalah BRUTAL, Ibu RAFI’AH diseret sampai 15 meter hingga RAFI’AH sendiri mengalami PINGSAN di tempat, ”tandasnya dengan nada sesal

Orang Tua dari Lickmanto

Di tempat lain, Nasta’in (57) orang tua dari Lickmanto merasa dipermainkan dan dibohongi oleh Kepala Diskoperindag Kota Malang (Wahyu Setianto-red). ”Dia (Wahyu) mengajak kami untuk damai tapi dua kali mangkir ke rumah apalagi janji damai itu disaksikan para penyidik Reskrim Polresta Malang, ”terang Nasta’in. Ia mengaku, ”sangat kecewa terhadap sikap dan perlakuannya sebagai rakyat kecil saya ingin keadilan dan tanggung jawabnya terhadap anak kami yang cacat (disabilitas-red) ini, ”sesalnya.

Tunjukakan Foto Penganiyaan-Ramot H Batubara-Kuasa Hukum PKL Tertindas

Saat dikonfirmasi, SatirKomandan Regu (DanRu) WASTIB menuturkan, ”berdasarkan sepengetahuannya tidak terlihat adanya pemukulan karena waktu itu berkerumun orang banyak akan tetapi jika saudari RAFI’AH pingsan saya tahunya pas digotong oleh teman-teman WASTIB ke mobil. Menurutnya saat kejadian itu dirinya dan Kepala Dinas ada di Pasar Besar ikut memantau penertiban. ”Namun terkait tuduhan adanya PENGKOROYOKAN  saya kurang paham, ”imbuhnya.

Wahyu Setianto-Kepala Diskoperindag Kota Malang diwakili M Nurwidianto-Kabag Humas Kota Malang menyampaikan, ”kami memang mendapat informasi tentang adanya laporan ke Polresta yang dilaporkan oleh pedagang sewaktu dilakukan penertiban. ”Terkait laporan tersebut, kami sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Polresta selanjutnya siap mengikuti produser yang ada namun demikian perihal tindakan anarkis sudah kami hindari, ”tandasnya. mec

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *