Hari Ibu dan Peran Ibu di Demokrat dan BMI

 

Jakarta-JA. Hari Ibu merupakan hari yang istimewa dimana kita mengenal sosok Ibu yang ditinggikan melebihi Ayah dalam hal pengorbanan pada anak.

Dr. Siti Nur Azizah, Dewan Pembina Nasional BMI sekaligus Wasekjen DPP Demokrat menyebut bahwa Ibumu, Ibumu, Ibumu, demikianlah sebutannya atas kemuliaannya yang tiga kali diutamakan lebih dulu daripada Ayah, karena Ibu adalah awal dan akhir dari kehidupan, karenanya hidup kita berawal, karenanya pula hidup kita bakal berkah atau sebaliknya saat kita berperilaku di dunia saat didepan restunya

Partai Demokrat dan Bintang Muda Indonesia (BMI), menurut Indiska, menempatkan Ibu (Kaum wanita) pada peran dan posisi yang membuat mereka berkonstribusi baik pemikiran maupun kiprah ditengah masyarakat dan menyadari betul bahwa seorang Ibu di BMI memiliki tanggung jawab sekaligus : Pada anaknya dan pada kehidupan masyarakat

Nilai-nilai keibuan saat berorganisasi dinilai Indiska membuat BMI lebih berwarna dan mampu seminimalnya mengkomunikasikan BMI ditengah sesama kaum wanita apalagi BMI hadir sebagai sayap Demokrat yang konsekuensinya harus selalu berada digaris depan dalam memperjuangkan partai di akar rumput

“Tidak hanya di sayap, Di Partai misal di DPP kita melihat ada srikandi Demokrat yang banyak jumlahnya seperti Ibu Anisa Pohan yang setia menemani Ketua Umum Demokrat, Ibu Aliyya Radjasa yang setia menemani Edhi Baskoro Yudhoyono dalam memperjuangkan aspirasi warga di Parlemen, Ibu Inggit, Ibu Devita Rusydi yang menggawangi komunikasi dengan berbagai komunitas masyarakat dengan Demokrat dan masih banyak lagi”ujar Tokoh Perempuan NU ini

Dr. Siti Nur Azizah menyebut Mereka adalah ibu-ibu luar biasa karena tidak hanya memiliki tanggung jawab di rumah maupun mengharuskan mereka memiliki energi lebih untuk memikirkan diluar rumah
. “Peran mereka begitu besar dalam perjuangan suami mereka yang memerlukan suport dalam pengabdian ke Partai” ujar Dr. Siti Nur Azizah, Wasekjen DPP Demokrat

Ibu Ani

Indiska, Wasekjen DPN BMI menyebut Ibu Ani adalah “Awal” dari semua contoh wanita pejuang Demokrat, “Saat Demokrat masih baru dan SBY belum mau langsung berada di sktruktur karena ia harus fokus di kabinet Bu Mega, Ibu Ani Yudhoyono yang mengawali semua perjuangan SBY sebagai Wakil Ketua Umum Partai waktu itu untuk menunjukkan bahwa ini partai memang dibentuk SBY”ujar Indiska. Ibu Ani, lanjut Indiska terus berjuang membesarkan Demokrat sampai akhirnya Atas juga dukungan Ibu Ani, SBY Terpilih Dua Periode, Ibu Ani juga sosok Ibu yang menemani SBY turun langsung di setiap daerah yang habis terkena bencana menyapa dan menyemangati rakyat, Ia terjun juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan bahkan ketika SBY sudah tidak lagi menjadi Presiden karena hati dan pikirannya selalu bersama Rakyat

“Hari Ibu bagi BMI adalah Hari bagi mereka, Ibu Indonesia yang menjadi “Sayap utama” bagi Perjuangan membangun peradaban Indonesia yang madani”tukas Indika

Indika menyampaikan Terimakasih BMI kepada Ibu-Ibu Indonesia yang hadir untuk Suami, anaknya dan keluarganya, Terimakasih Ibu-Ibu Indonesia yang hadir bersama perjuangan Demokrat dan BMI. mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *