Slamet Ariyadi : Dari Tradisi Menuju Inovasi, Muktamar NU ke- 35 Diharapkan Jawab Tantangan Zaman Global

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, jurnalaktual.com :

Memasuki fase krusial menuju abad kedua organisasi, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dinilai bukan sekadar agenda periodik lima tahunan. Perhelatan besar ini merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan sejarah sekaligus menata arah masa depan bangsa, dengan fokus utama pada pemberdayaan generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pandangan tersebut disampaikan oleh Kader NU yang juga Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, dalam keterangannya yang menyoroti pentingnya transformasi organisasi di era modern.

 

Menurut Slamet, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah jauh lebih kompleks, meliputi transformasi digital, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik global, ketahanan pangan dan energi, isu lingkungan hidup, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, posisi pemuda harus ditempatkan secara progresif.

 

“Generasi muda bukan sekadar penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga harus menjadi penggerak perubahan, pencipta inovasi, sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Slamet, Jumat (28/8).

Baca Juga:  Komunitas KDM Nusantara Gelar Mukernas Pertama, Rutilahu dan BPJS Jadi Pembahasan Utama

 

Ia menekankan agar Muktamar ke-35 mampu melahirkan gagasan-gagasan besar yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. NU, lanjutnya, perlu memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak muda untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis, mulai dari pengambilan keputusan, pengembangan ekonomi, pendidikan, teknologi, hingga kewirausahaan.

 

Di samping penguatan ekonomi dan teknologi, peran moral dan sosial NU dalam merawat persatuan bangsa juga dinilai semakin krusial di tengah derasnya arus informasi dan potensi polarisasi digital. Nilai-nilai moderasi, toleransi, gotong royong, dan nasionalisme harus terus digaungkan.

 

Karena itu, Muktamar NU ke-35 diharapkan menjadi ruang konsolidasi lintas generasi yang efektif. Sinergi antara kearifan para kiai dan ulama sebagai fondasi dengan energi serta inovasi dari kalangan muda diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam melangkah ke depan.

Baca Juga:  Bisu nya Unit Kamneg Polda Metro Jaya : LP MIO Nyangkut, Pers Dibiarkan Tak Berdaya

 

“Abad kedua NU bukan hanya tentang mempertahankan apa yang telah diwariskan, tetapi juga tentang keberanian menciptakan sesuatu yang baru. NU harus mampu menjawab zaman tanpa kehilangan akar sejarah, tradisi, dan jati dirinya,” tambahnya.

 

Melalui momentum Muktamar NU ke-35, ketahanan masa depan organisasi dan masa depan bangsa dipandang berjalan beriringan. Ketika generasi muda tumbuh menjadi sosok yang kuat, berilmu, berkarakter, dan peduli terhadap negara, maka kemajuan Indonesia secara otomatis akan turut terjamin.

 

“Dari tradisi menuju inovasi, dari regenerasi menuju transformasi, dan dari abad pertama menuju abad kedua yang lebih maju, berkeadaban, serta membawa kemaslahatan bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.

 

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

 

Reporter : Edo Lembang

Berita Terkait

Ahli Waris Bong Kon HO Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan RUPS Sejak 2006
Samsat Kabupaten Bekasi Memberikan Layanan Loyalitas dan Ramah Senyum Sebagai Prioritas 
Kapolsek Menteng Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Tegaskan Semangat Jaga Jakarta dengan Pendekatan Humanis
Lurah Pinang Kota Tangerang, Bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) Lakukan Panen Kangkung Diwilayah Rt/Rw 06/04 
Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Konsolidasi Pasca Muktamar di Bengkulu Minta Wilayah Susun Program yang realistis namun terlaksana
Permintaan Maaf Terbuka Komite Anti Korupsi Indonesia Kepada Pemegang Saham Pt CMNP, Jusuf Hamka dan Keluarga
Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal di Timika
Perkuat Ketahanan Ideologi, Densus 88 Dorong Transformasi Eks JI melalui Jalan Menuju Wasathiyah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon HO Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan RUPS Sejak 2006

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Memberikan Layanan Loyalitas dan Ramah Senyum Sebagai Prioritas 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Kapolsek Menteng Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Tegaskan Semangat Jaga Jakarta dengan Pendekatan Humanis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Lurah Pinang Kota Tangerang, Bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) Lakukan Panen Kangkung Diwilayah Rt/Rw 06/04 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Konsolidasi Pasca Muktamar di Bengkulu Minta Wilayah Susun Program yang realistis namun terlaksana

Berita Terbaru