Tekan Lonjakan Karhutla, Lanal Banjarmasin Hadiri Penyuluhan Satgas Mabes

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TNI AL, Banjarmasin,- Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasinturut menghadiri Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Tim Sahli Satgas Mabes TNI bersama rombongan di wilayah kerja Lanal Banjarmasin. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Laksma TNI Dyan Permana selaku Komandan Tim, berlangsung di SMAN 1 Gambut, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

Penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam meningkatkan kesadaranmasyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya Karhutla sekaligus mendorong langkah pencegahan ditengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh memaparkan kondisi Karhutla yang terjadi sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat 8.674 titik panasdan 1.651 kejadian kebakaran yang berdampak terhadap sekitar 6.907 hektare lahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan kabut asap serta mengganggu kesehatan, perekonomian, dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  GOW - BANTEN BERSUARA KERAS ! TRUK SUMBU TIGA DI MUNJUL DISOROT, KEPATUHAN MUATAN DAN KELAS JALAN WAJIB DIPERIKSA !

Tim Penyuluh juga memberikan pemahaman mengenai karakteristik lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Api pada lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar dan bertahan dibawah permukaan tanah melaluifenomena smouldering atau bara yang membara secara perlahan didalam lapisan gambut.

Selain itu, dikenal pula fenomena sleeping fire, yaitu bara api yang dapattersembunyi didalam lapisan gambut dan kembali muncul ketika kondisi mendukung. Karakteristik tersebut menyebabkan kebakarandi lahan gambut relatif sulit dideteksi maupun dipadamkan secara tuntas.

Dalam penyuluhan tersebut, TNI turut mengingatkan bahwa Karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor alam, seperti kondisi cuaca kering dan fenomena El Niño, tetapi juga dapat dipicu oleh kelalaian maupun aktivitas manusia.

Sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanggulangan, Tim Penyuluh memperkenalkan konsep “Siklus Pertahanan Gambut” yang mencakup empat tahapan utama, yakni Zirah sebagai pengamanan personel,  Tameng sebagai langkahpencegahan, Pedang sebagai upaya pemadaman, serta tahappemulihan pasca kebakaran.

Konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman seluruh pihak bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, serta pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  TNI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Menanggulangi Karhutla di Dua Wilayah*

Pada kesempatan tersebut, TNI juga menegaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan merupakan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dapat dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 serta peraturan perundang-undangan nasional yang berlaku.

Kehadiran Lanal Banjarmasin dalam kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinyabencana kabut asap di wilayah Kalimantan Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan, Laksma TNI Luhut Siagian selaku Wadantim, Rombongan Tim Satgas, Wakil Kepala Sekolah Drs. Indriyanto, M.Pd., Paster Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Joni Haryono, Danramil diwakili Babinsa Serka Ngatijo Gambut, Kaur Lidkrim Kapten Laut (PM) Jamal.

(Pen Lanal Banjarmasin)

Berita Terkait

Tinjau Pelaksanaan POLIRAN di SMKN 1 Kota Bekasi, Kapolres Pastikan Bantuan Mesin Jahit Bermanfaat bagi Siswa
Turun Langsung dalam Upaya Normalisasi Kali Baru, Kapolres Metro Bekasi Kota Perkuat Gerakan Green Policing
Perkuat OMC, TNI Siapkan Tambahan Tiga Pesawat Khusus Penyemai Udara
Jaga Kedaulatan NKRI, 136 Prajurit TNI di Papua Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Percepat Penanganan Karhutla di Palembang, Satgas OMC Semai Dry Ice dan NaCl sebanyak 5 sorti
Hari Ketujuh OMC, TNI Kirim 17,4 Ton Bahan Semai ke Palembang dan Banjarmasin
Panglima TNI Tinjau Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Wakasau Tinjau Kesiapan Sistem OMC C-130 Hercules dan CN-295, Perkuat Dukungan TNI AU Hadapi Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Tinjau Pelaksanaan POLIRAN di SMKN 1 Kota Bekasi, Kapolres Pastikan Bantuan Mesin Jahit Bermanfaat bagi Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Turun Langsung dalam Upaya Normalisasi Kali Baru, Kapolres Metro Bekasi Kota Perkuat Gerakan Green Policing

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Perkuat OMC, TNI Siapkan Tambahan Tiga Pesawat Khusus Penyemai Udara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Jaga Kedaulatan NKRI, 136 Prajurit TNI di Papua Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Hari Ketujuh OMC, TNI Kirim 17,4 Ton Bahan Semai ke Palembang dan Banjarmasin

Berita Terbaru