JAKARTA – Visinema Group terus memperluas pengembangan Intellectual Property (IP) film animasi JUMBO melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Visinema menggandeng Discovery Ancol Hotel untuk menghadirkan pengalaman wisata tematik yang membawa dunia JUMBO lebih dekat kepada masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak.
Kolaborasi tersebut mengusung semangat #SerunyaBarengJUMBO, dengan menghadirkan berbagai pengalaman yang memungkinkan pengunjung tidak hanya menikmati cerita JUMBO melalui layar, tetapi juga merasakan langsung suasana dan karakter yang ada di dalam film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kerja sama ini, Discovery Ancol Hotel menghadirkan kamar bertema JUMBO, berbagai instalasi ikonik, serta aktivitas interaktif yang dirancang untuk anak-anak dan keluarga.
Sejumlah pengalaman tematik yang dihadirkan antara lain Kampung Seruni, Ruang Tamu Oma, Kamar Don, hingga Sepeda Nurman. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman yang dikemas dengan nuansa dunia JUMBO.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pengembangan IP JUMBO agar dapat berkembang melampaui medium film dan memasuki berbagai sektor kreatif, termasuk perhotelan, pariwisata, hiburan, dan pengalaman keluarga.
Film animasi JUMBO sendiri mencatat lebih dari 10,2 juta penonton di Indonesia. Film tersebut juga disebut sebagai film animasi berpendapatan tertinggi sepanjang masa di Asia Tenggara, memperoleh hak tayang di lebih dari 40 negara, serta masuk dalam jajaran enam besar box office Korea Selatan.
Direktur Utama PT Marina Ancol Green Hotel, Peni Rahmawati, mengatakan kolaborasi dengan Visinema merupakan bagian dari komitmen Discovery Ancol Hotel untuk menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan sekaligus relevan dengan perkembangan industri kreatif Indonesia.
“Discovery Ancol Hotel percaya bahwa pengalaman menginap terbaik adalah yang mampu menghadirkan cerita dan menciptakan kenangan. Bersama Visinema, kami menghadirkan Dunia JUMBO sebagai ruang bagi keluarga untuk menikmati momen kebersamaan melalui imajinasi, petualangan, dan kehangatan yang menjadi jiwa dari film ini. Kami berharap setiap tamu dapat membawa pulang kenangan indah bersama orang-orang terdekat,” ujar Peni.
Sementara itu, Founder & CEO Visinema Group, Angga Dwimas Sasongko, menegaskan bahwa pengembangan dunia JUMBO merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem IP Indonesia agar sebuah karya tidak berhenti setelah penayangan di bioskop.
“Buat kami di Visinema, JUMBO bukan sekadar film. JUMBO adalah ruang untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak berhak bermimpi, setiap keluarga punya cerita, dan kebersamaan adalah sesuatu yang perlu terus dirayakan,” kata Angga.
Menurut Angga, kolaborasi dengan Discovery Ancol Hotel membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan dunia JUMBO. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat merasakan pengalaman yang dibangun dari karakter, cerita, dan lingkungan yang ada di dalam film.
Acara peluncuran kolaborasi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pelaku industri, termasuk Kelik Eko Raharjanto, CEO PT Global Lancar Raya (GLR) Consultant & Logistics, bersama Deni Suleman, Ops & Mkt PT Global Lancar Raya (GLR) Consultant & Logistics.
Kehadiran Kelik Eko Raharjanto dan Deni Suleman menjadi bagian dari dukungan pelaku usaha terhadap pengembangan kolaborasi antara industri kreatif, perhotelan, dan pariwisata. Sinergi lintas sektor seperti ini dinilai membuka peluang bagi tumbuhnya ekosistem bisnis baru yang berbasis pada kekuatan IP lokal Indonesia.
Peluncuran kerja sama tersebut juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang hadir dan memberikan keynote speech.
Irene menilai kolaborasi antara industri kreatif dan sektor perhotelan dapat memperluas nilai ekonomi dari sebuah IP sekaligus memperkuat ekosistem kreatif nasional.
“Kolaborasi ini menunjukkan Intellectual Property (IP) Indonesia dapat terus berkembang melampaui medium asalnya, lintas subsektor dan menghadirkan dampak yang lebih luas. Ketika IP lokal dihadirkan dalam berbagai pengalaman yang dekat dengan masyarakat, kita bukan hanya memperkuat ekosistem kreatif nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan,” jelas Irene.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Menurutnya, kehadiran dunia JUMBO di lingkungan hotel dapat menjadi ruang bermain dan berimajinasi yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat interaksi keluarga.
“Anak-anak memiliki hak untuk bermain, berkreasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan mereka. Kehadiran dunia JUMBO di Discovery Ancol Hotel menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan ruang aman, menyenangkan, sekaligus mendorong imajinasi, interaksi keluarga, dan pengalaman belajar yang positif bagi anak,” ujar Veronica.
Dari sisi komersial, kamar bertema JUMBO di Discovery Ancol Hotel ditawarkan mulai dari Rp1,1 juta per malam untuk tipe kamar superior. Paket tersebut menggabungkan akomodasi, hiburan, dan aktivitas keluarga dalam satu pengalaman wisata tematik.
Kolaborasi Visinema Group dan Discovery Ancol Hotel memperlihatkan bagaimana sebuah IP lokal dapat dikembangkan menjadi ekosistem pengalaman yang lebih luas. Karakter, cerita, dan dunia yang dibangun melalui film dapat dihadirkan dalam berbagai bentuk dan sektor, termasuk perhotelan dan pariwisata.
Dengan konsep tersebut, JUMBO kini tidak hanya hadir sebagai tontonan di layar lebar, tetapi juga berkembang menjadi pengalaman nyata yang dapat dinikmati keluarga dan lintas generasi.
Kehadiran para pelaku usaha, termasuk Kelik Eko Raharjanto selaku CEO PT Global Lancar Raya (GLR) Consultant & Logistics dan Deni Suleman selaku Ops & Mkt, turut memberikan warna pada momentum kolaborasi yang mempertemukan industri kreatif dengan sektor pariwisata dan bisnis.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kekuatan IP lokal Indonesia memiliki ruang untuk terus berkembang, menciptakan pengalaman baru bagi masyarakat, serta membuka peluang sinergi bisnis di berbagai sektor.












