Permintaan Maaf Terbuka Komite Anti Korupsi Indonesia Kepada Pemegang Saham Pt CMNP, Jusuf Hamka dan Keluarga

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

jurnalaktual.com | | Jakarta : Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) melalui Sekretaris Jenderal, Anshor Mu’min yang tertanggal pada 2 Agustus 2026 menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Jusuf Hamka beserta keluarga, dan kuasa hukumnya terkait pernyataan dugaan tindak pidana korupsi dalam perpanjangan pengelolaan Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol-Pluit untuk periode 2022-2060.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan secara tertulis kepada wartawan di Jakarta, pada Jumat, (2/10/2026), Sekretaris Jenderal, Anshor Mu’min menyatakan Komite Anti Korupsi Indonesia mencabut seluruh pernyataan yang pernah disampaikan melalui media mainstream maupun media sosial terkait dugaan korupsi dalam proses perpanjangan pengelolaan jalan tol tersebut.

 

KAKI yang sebelumnya bertindak sebagai Pelapor dugaan tindak pidana korupsi kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) kini menyatakan bahwa berdasarkan pandangan organisasi tersebut, proses perpanjangan pengelolaan jalan tol oleh PT CMNP tidak mengandung permasalahan maupun tindak pidana korupsi.

 

Anshor menyebut, Pemeriksaan yang dilakukan Kejagung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terhadap dugaan korupsi tersebut tidak berlanjut ke proses berikutnya.

Baca Juga:  Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli, Korban Kebakaran Muara Angke, Salurkan Ratusan Paket Bantuan

 

Atas hal itu, KAKI menyatakan tidak terdapat tindak pidana korupsi dalam kasus perpanjangan pengelolaan jalan tol tersebut.

 

“Kami atas nama Komite Anti Korupsi Indonesia menyatakan bahwa proses perpanjangan pengelolaan jalan tol tersebut tidak ada dan bersih dari masalah serta kejahatan korupsi,” demikian pernyataan Anshor Mu’min selaku Sekjen KAKI.

 

Meski demikian, KAKI juga mendesak Kejaksaan Agung untuk menyampaikan secara tegas dan terbuka kepada masyarakat bahwa tidak terdapat tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.

 

KAKI turut meminta agar Kejagung memberikan surat pernyataan resmi terkait tidak adanya unsur dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan PT CMNP.

Atas peristiwa tersebut, Anshor Mu’min menyampaikan Permohonan maaf sebesar-besarnya kepada PT CMNP, Jusuf Hamka beserta seluruh keluarga, serta Tim kuasa hukum atas pernyataan dan pemberitaan mengenai dugaan korupsi yang sebelumnya disampaikan oleh KAKI.

 

Selain mencabut seluruh pernyataan sebelumnya, KAKI juga mengimbau para pemegang saham publik PT CMNP agar tetap melihat perusahaan tersebut sebagai entitas yang menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Baca Juga:  Kelompok Aktivis Tangerang Raya ANTFA Serukan Jaga Perdamaian dalam Menyikapi Momentum September Hitam

 

KAKI menilai pengelolaan PT CMNP telah menerapkan prinsip tata kelola yang terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Organisasi tersebut juga menyatakan dukungan penuh terhadap PT CMNP untuk terus berkembang dan menjadi salah satu model perusahaan swasta yang bersih dari korupsi dalam mendukung pembangunan Indonesia.

 

Dalam pernyataan yang sama, KAKI turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejaksaan Agung, khususnya Jampidsus, atas pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap laporan dugaan korupsi tersebut.

 

KAKI menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi organisasi untuk mencabut seluruh pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik mengenai dugaan korupsi PT CMNP, Jusuf Hamka, dan keluarganya dalam perkara perpanjangan pengelolaan Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol-Pluit.

 

Pernyataan terbuka tersebut disampaikan Sekjen KAKI Anshor Mu’min sebagai bentuk klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada pihak-pihak yang sebelumnya dikaitkan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

 

Pernyataan surat terbuka ini tertanggal 2 Agustus 2026 tercatat dalam surat tersebut.

 

Reporter : Edo

Berita Terkait

Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Konsolidasi Pasca Muktamar di Bengkulu Minta Wilayah Susun Program yang realistis namun terlaksana
Usai Laga Indonesia vs Bangladesh, Polda Metro Jaya Imbau Suporter Rayakan Kemenangan dengan Tertib
Budiman Sihombing Ucapkan Selamat kepada Kapolri Suyudi Ario Seto, Harap Berkunjung ke Labuhan batu Raya dan Asahan
Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal di Timika
Perkuat Ketahanan Ideologi, Densus 88 Dorong Transformasi Eks JI melalui Jalan Menuju Wasathiyah
Pagelaran HUT 44 Bamus Betawi dan Kota Jakarta 2026, Menyongsong Lima Abad Jakarta
Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan
Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan, Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Ketum Al Washliyah Masyhuril Khamis Konsolidasi Pasca Muktamar di Bengkulu Minta Wilayah Susun Program yang realistis namun terlaksana

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Permintaan Maaf Terbuka Komite Anti Korupsi Indonesia Kepada Pemegang Saham Pt CMNP, Jusuf Hamka dan Keluarga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Usai Laga Indonesia vs Bangladesh, Polda Metro Jaya Imbau Suporter Rayakan Kemenangan dengan Tertib

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Budiman Sihombing Ucapkan Selamat kepada Kapolri Suyudi Ario Seto, Harap Berkunjung ke Labuhan batu Raya dan Asahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal di Timika

Berita Terbaru