Wujudkan PEN, Ditjen PU Bina Marga Madiun-Ponorogo Garap DRAINASE

Ponorogo-JA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Tahun Anggaran (TA) 2021 tetap melanjutkan program infrastruktur KERAYAKTAN yang dilakukan melalui cara Padat Karya Tunai (PKT). Salah satu PKT yang telah dimulai di Kementerian PUPR adalah pada bidang Jalan dan Jembatan. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR pada TA 2021 mengalokasikan Rp. 7,465 triliun untuk program PKT yang direncanakan dapat menyerap 15.225.029 Hari Orang Kerja (HOK).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ”program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi atau pekerja lapangan ahli.

Imam Safi’I-PPK-22 DitJend Bina Marga Ruas Jalan Nasional Batas Madiun-Ponorogo

Imam Safi’IPPK-22 DitJend Bina Marga untuk Ruas Jalan Nasional Batas Madiun-Ponorogo menerangkan, ”secara total alokasi anggaran PKT tahun 2021 Kementerian PUPR disiapkan untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 1,23 juta orang dengan anggaran sebesar Rp 23,24 triliun. Dia menambahkan, ”selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa hingga pelosok desa. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19, ”terang Imam Safi’i.

Imam menambahkan, ”khusus untuk PKT bidang jalan dan jembatan tercatat hingga awal Maret 2021 telah berhasil menyerap 714.268 HOK. Nah mengkenai pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya dilakukan di seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga yang mencakup pentanganan ruas jalan nasional di seluruh Indonesia. PKT yang dilaksanakan Ditjen Bina Marga terbagi menjadi beberapa jenis yaitu PKT Rutin, PKT Revitalisasi Drainase, PKT Non Rutin, PKT Jalan Tol serta PKT Tambahan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Untuk pekerjaan PKT Rutin yaitu PRESERVASI jalan senilai Rp. 1,05 triliun baik untuk pembersihan median jalan dan pengecatan marka, ”tambahnya.

Masih Imam, ”selain jalan juga dilakukan pemeliharaan rutin jembatan yang menggunakan skema swadaya masyarakat dengan anggaran sebesar Rp. 460 miliar untuk PENGECATAN konstruksi jembatan sedangkan PKT Non Rutin adalah pekerjaan penanganan berupa di bidang pembangunan jalan dan jembatan (JalTan) serta preservasi jalan nasional lainya. Sekedar info, mas (JA) untuk PKT Jalan Tol dilaksanakan baik untuk pekerjaan operasi maupun konstruksi. Sementara PKT Tambahan PEN mencakup pekerjaan Revitalisasi DRAINASE, perbaikan lereng, bronjong, perbaikan jembatan dan perkerasan bahu jalan. Selanjutnya PKT revitalisasi DRAINASE jalan dianggarkan sebesar Rp 1,5 triliun, ”jelasnya pada JA.

Imam juga menyampaikan, ”pembenahaan DRAINASE sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ruas jalan penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional. Pembangunan DRAINASE pada ruas jalan nasional sangat mendesak dilakukan mengingat sifat aspal yang mudah rusak apabila terendam air apalagi di saat musim PENGHUJAN saat ini. KERUSAKAN jalan akan meningkat empat kali lipat bilamana melintas kendaraan dengan muatan melebihi KAPASITAS muatan atau TONASE, ”pungkasnya saat ditemui di lokasi pekerjaan ruas jalan nasional Ponorogo, 04/03/21. mec/sam/eko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *