OVERLAY Jalan Nasional Ketapang-BWI Diharapkan SELESAI Sebelum PUASA Ramadhan 2021

Banyuwangi-JA. Untuk tahun anggaran 2020 – 2021, Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa timur – Bali sebesar Rp 40 ,3 milyar. Anggaran tersebut untuk Preservasi jalan Nasional Situbondo – Ketapang – Banyuwangi.

Pantauan JA di lapangan, Kamis,(18/3/2021) lalu, tampak beberapa alat berat,aspal finisher dan dumtruk pengangkut hotmix menghadang laju kendaraan dari Banyuwangi menuju Ketapang dan sebaliknya, karena sedang berlangsung gelar aspal di depan hotel Manyar Ketapang sepanjang 1 kilo meter , sehingga arus lalulintas diatur contraflow oleh petugas lapangan.

Sebagaimana yang dikatakan, Dwi Bagus Bawono pejabat pembuat komitmen (PPK) BBPJN Jawa timur – Bali saat di konfirmasi JA lewat WhatsApp, Rabu, (31/3/2021) menjelaskan, bahwa pekerjaan overlay di jalan Ketapang Banyuwangi sepanjang 1 kilo meter tersebut, adalah lanjutan multyers kontrak tahun 2020 – 2021.terangnya.

Masih menurut Dwi Bawono, bahwa untuk paket pekerjaan preservasi jalan dan jembatan Situbondo – Ketapang – Banyuwangi tahun anggaran 2021, senilai Rp. 29,5 milyar tersebut masih belum jalan. terang Dwi

Dwi menambahkan, bahwa terkait dengan jembatan yang ambrol akibat banjir bandang beberapa waktu yang lalu, masih dalam proses pengerjaan dengan penanganan sementara.Dan sebelum bulan puasa, insyaallah bisa buka lalulintas dua lajur, tambahnya.

Informasi didapatkan akibat banjir bandang yang terjadi, Sabtu (13/3/2021) lalu menghantam jembatan di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi nyaris ambrol. Imbasnya, jalur menuju pantura yang menghubungkan Kota Situbondo dan Banyuwangi harus buka tutup. Polisi meminta kepada pengendara kendaraan besar dan berat yang menuju Banyuwangi – Surabaya atau sebaliknya, untuk melalui via jalur selatan atau Jember.

Sebagian bangunan pondasi dan lantai sungai di bawah jembatan mulai ambrol karena tergerus aliran sungai yang cukup deras. Tak hanya itu, akibat ambrolnya sebagian bahu jalan tersebut, membuat jalur menuju pantura buka tutup. Utuk sementara, polisi memberikan garis pembatas di lokasi ambrolnya jembatan tersebut.

“Karena ambrolnya sebagian jembatan itu membuat jalur terpaksa buka tutup. Karena kendaraan yang melintas bisa membuat tambah ambrol, “ujar Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Kadek Ary Mahardhika Kamis (11/3/2021).

Matrawi ,salah satu warga Desa Alasbulu pada Jurnal Aktual.com mengatakan, bahwa pihak terkait harus segera melakukan langkah-langkah serius untuk memperbaiki jembatan penghubung Banyuwangi – Situbondo di Desa Alasbuluh ini.Sebab jika tidak segera diperbaiki, ambronya pondasi jembatan dipastikan akan membuat jembatan akan runtuh dan akses Jalur Pantura terputus.

“Harapan kami ya mudah-mudahan segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban. Kalau tidak segera diperbaiki dan jembatannya ambrol, otomatis akan menimbulkan kemacetan panjang di Jalur Nasional ini, karena jembatan putus, harapnya. ban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *