Demi anak Tuntut Mantan Suami Bagikan Harta Gono Gini

Gresik , Jurnalaktual.com – Umi Kulsum (44) warga Gresik, menuntut mantan suaminya untuk segera membagikan harta gono-gini dan hak kepada anaknya sesuai keputusan Pengadilan Tinggi.

Hal itu dilakukan karena gerah melihat tingkah mantan suaminya AH (44) yang sudah membawa istri barunya VD yang diketahui pernah melaporkan NA (19) anak kandung dari suaminya ke Polres Gresik dengan tudingan dugaan pelanggaran UU ITE.

VD diketahui masuk dan tinggal di rumah anak yang sudah dilaporkan ke Polres Gresik. Dan Ibu Umi Kulsum atau yang biasa di panggil Bunda Shofi ini tidak terima jika perempuan berinisial VD itu menempati bahkan tinggal di rumah yang diketahui masih menjadi sengketa.

“Karena perempuan itu, nama baik putri saya hancur di masyarakat dan membuat anak saya hingga saat ini tidak pernah mau menginjak kota Gresik lagi akibat kejadian tersebut,” ujar Umi.

Untuk itu, Saya Ibu Umi Kulsum (Bunda Shofi) angkat bicara dan bakal mendatangi kuasa hukum untuk meminta agar segera mengeksekusi putusan yang sudah keluar dari pengadilan tinggi Surabaya.

“Rumah yang berada di daerah GKB itu masih dalam sengketa, dan Saya sudah membuat surat kuasa ke Perbankan, bahwasanya yang dapat mengambil sertifikat hanya kedua Putri saya yang berinisial NA (19) dan AR (16),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Umi Kulsum meminta kepada mantan suaminya AH (44) mematuhi putusan pengadilan tinggi, salah satunya nafkah anak yang telah ditetapkan hingga hampir 1 tahun tidak di berikan.

“Jika tidak ingin dituding ingkar janji dan menentang hasil putusan Pengadilan Tinggi Ibu Umi Kulsum meminta mantan suaminya untuk tanggung jawab kepada anaknya,” beber perempuan yang memiliki salah satu Resto di Kabupaten Gresik itu datang ke kantor Abdullah Syafii di Jalan Raya Manga Manyarejo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, Jumat (18/6/21).

Umi mengatakan, dirinya cemas dengan keadaan psikolog kedua anaknya. mengetahui perempuan yang sempat memusuhi putrinya menempati rumah tinggal yang seharusnya didiami oleh kedua putrinya tersebut. Ketika putrinya AR (16) meminta kunci duplikat rumah kepada AH (44) papa dari AR, AH tidak pernah mengizinkan untuk menduplikatkan kunci dari rumah tersebut. yang di khawatirkan AH (44) memiliki indikasi menguasai hak tersebut.

“Kemarin saat AR (16) datang ke rumah yang menjadi sengketa itu diketahui AH membawa masuk istri barunya VD. Sehingga membuat kedua anak saya marah dan sedih,” tukasnya, Jumat (18/6/2021).

Sementara, Abdullah Syafii selaku kuasa hukumnya menjelaskan, bahwa pada prinsipnya pembagian harta bersama gono gini belum selesai. Dan sejak keputusan inkrah di Pengadilan Tinggi Surabaya per tanggal 4 Desember 2020.

“Anaknya yang sedang kuliah di salah satu fakultas yang bergengsi tidak pernah dinafaqoh oleh mantan suaminya, semenjak menikah lagi yang seharusnya masih menjadi kewajiban ayah atau bapak saat bercerai,” paparnya.

Syafii menambahkan,, pembagian harta dilakukan sepihak oleh mantan suaminya itu.

“Yaitu satu unit mobil Pajero 2011 warna putih dijual sepihak oleh AH tanpa sepengetahuan istri dan sudah dilaporkan di Polres Gresik,” pungkasnya.(HR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *