CV.Putra Teknik Bakal Laporkan Persoalan SPK Pengerjaan Proyek Dinas Pendidikan ke Pihak Berwenang

 

Banyuwangi, Jurnalaktual.com – Proyek Rehab Toilet SMPN Satu Atap Purwoharjo,seharusnya dikerjakan  CV Putra Teknik, akan tetapi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi justru Menunjuk CV lain untuk mengerjakan tanpa di beri SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)

Akibat adanya  dugaan perbuatan kesewenang – wenangan yang dilakukan oknum  Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, yang notabene sebagai teknis pengelolaan anggaran atau kuasa anggaran pada pembangunan rehabilitas sarana prasarana utilitas Toilet SMPN Satu Atap Purwoharjo, yang berlokasi di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan  kalangan Aktivis Banyuwangi maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari luar daerah.

Selain ramai di kalangan aktivis kasus tersebut juga viral di beberapa pemberitaan media online yang telah mempublikasikan adanya dugaan perbuatan menyalahgunakan wewenang jabatan yang dilakukan oknum Dinas Pendidikan Banyuwangi melalui proyek Penunjukan Langsung (PL) yaitu, beberapa pembangunan rehabilitasi sarana prasarana Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), termasuk rehabilitasi sarana prasarana toilet.

Tindakan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh oknum Dinas pendidikan diketahui langsung oleh beberapa awak media.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, saat di konfirmasi selalu melempar kepada stafnya yaitu H.Anas(Kasi SD) yang katanya nanti akan dimediasi.

Soal dugaan perbuatan yang tidak sesuai  Standar Operasional Prosedur (SOP),Teknis pengelolaan anggaran dan kelengkapan administrasi proses pengadaan barang dan jasa, dengan terbitnya  ; Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 602.1/04/429.101/PPK/Rehab Toilet SMP_07/2021. Tanggal 14 Juni 2021 Untuk melaksanakan Pengadaan Jasa Kontruksi Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana – Prasarana Utilitas Sekolah. Dengan Kegiatan Rehabilitasi Toilet SMPN 3 Purwoharjo Satu Atap, Kecamatan Purwoharjo yang Menggunakan Sumber Dana Anggaran APBD Tahun 2021 Sebesar Rp.39.224.000,-00 (Tiga puluh sembilan juta, Dua ratus dua puluh empat ribu rupiah).

Dikarenakan  Legalitas nomor register Kontrak atau Nomor SPMK dimiliki oleh CV.PUTRA TEKNIK, apabila dugaan perbuatan Kolusi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan ini berlarut – larut, dan tidak ada penyelesaian, sehingga merugikan pihak rekanan. Maka  CV.PUTRA TEKNIK dalam satu dua hari kedepan akan segera mengambil langkah hukum atau melaporkan perkara tersebut, ke pihak – pihak yang berwenang.

Menurut keterangan Sujiyono, selaku pelaksana atau Comanditer CV.Putra Teknik, mengenai dugaan perbuatan Dinas Pendidikan yang menyalahgunakan wewenang jabatan dengan menguntungkan diri sendiri itu, terkesan sangat berani dan terang – terangan.

“Dan terkait hal ini, kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak salah satunya dari  Inspektorat Kabupaten Banyuwangi.Bahkan petugas dari Inspektorat juga meminta kepada kami untuk segera mengirimkan surat laporan resmi, agar pihak inspektorat segera bisa menindaklanjuti,karena terkait perkara ini sudah hampir satu bulan pihak Dinas Pendidikan diduga terkesan frontal dan tidak ada niatan memperbaiki birokrasinya,maka kami bersama Gabungan Aktivis Muda Banyuwangi (GAMB) akan segera mengirimkan surat laporan kepada pihak -pihak yang berwenang, pada hari Jumat tanggal 09 Juli 2021,” tuturnya.

Masih Sujiyono, ketika ditanya awakmedia mengenai laporannya akan ditujukan ke instansi mana saja,pihaknya merahasiakan hal itu.

“Itu rahasia,di tunggu saja kabar selanjutnya,” imbuhnya.
,
“Kami menduga pihak dinas tidak menghargai dan menganggap kasus ini merupakan persoalaan yang ringan. Karena hingga  detik ini tidak ada suatu tindakan apapun dari Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan dan berkordinasi dengan pihak – pihak rekanan (CV) yang dirugikan agar bisa terselesaikan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, ketika awak media meminta konfirmasi kepada penjaga sekolah SMPN 3 Satu Atap Purwoharjo, tanpa ditutupi pihak penjaga sekolah langsung menerangkan jika proyek rehab toilet tersebut dikerjakan dengan terburu-buru hingga hasilnya tidak maksimal.

“Disaat pelaksanaan, para pekerja rehab toilet, datang hanya membawa empat kloset Jongkok dan keramik, tanpa membawa alat untuk mengerjakan pembangunan rehab toilet tersebut,Karena dikerjakan asal-asalan,hal itu menyebabkan saluran pembuangan air pada toilet menjadi macet serta dinding keramik juga tidak rapi, tempat bak mandi bocor.Parahnya lagi,pasir yang digunakan  mengambil pasir milik sekolah dasar negeri 1 grajagan” ujar pria yang tak mau disebutkan namanya ini.

Penjaga sekolah sempat menegur pekerja rehab toilet, disaat mengambil pasir SDN 1 Grajagan.

“namun teguran saya diabaikan,padahal itu pasir milik SDN 1 Grajagan yang akan digunakan untuk memasang keramik SDN 1 Grajagan sendiri,” sesalnya.

Dari pantauan awak media bahwasanya di sekolahan SMPN 3 Satu Atap Purwoharjo tersebut, terdapat dua kegiatan proyek fisik yaitu rehab toilet dan rehab kantin yang menggunakan sumber dana anggaran dari pos yang sama yaitu APBD-TA.2021.

Menurut keterangan beberapa tokoh maupun pihak-pihak yang mengetahui regulasi pengerjaan proyek ,apabila dalam satu lembaga sekolah negeri mendapatkan dua kegiatan proyek pembangunan dengan sumber dana yang sama itu tidak diperbolehkan.

“Apabila Sumber dana anggarannya berbeda “baru diperbolehkan” jelasnya.

(Puji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *