Menhut Raja Antoni : Tren Hotspot Karhutla Menurun, tapi Belum Aman

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jakarta, jurnalaktual.com :

 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyebut tren hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara nasional mulai menurun. Namun, Menhut Raja Antoni menegaskan kondisi Karhutla belum dapat disebut aman dan penanganan harus terus dilakukan.

 

“Secara nasional saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia, sekali lagi kondisi kita belum aman dari karhutla namun tren secara nasional juga menurun membaik,” kata Menhut Raja Antoni, usai Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).

 

Rakor dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Danrem 044/GAPO, Kejaksaan Tinggi Sumsel, Danlanud SMH Palembang Kolonel Asep Wahyu Wijaya, Danlanal Palembang Kolonel Arry Hendrawan, Perwakilan DPRD Provinsi Sumsel, bupati dan walikota se Sumsel.

 

Berdasarkan data tren harian hotspot enam provinsi prioritas pada 29-30 Agustus 2026, hotspot di Kalimantan Tengah turun dari 1.116 menjadi 308 titik atau 72,4%. Kalimantan Barat turun dari 899 menjadi 455 titik atau 49,4%, Kalimantan Selatan dari 108 menjadi 18 titik atau 83,3%, dan Riau dari 3 menjadi 0 titik atau 100%.

Baca Juga:  Tinjau Karhutla di Ogan Ilir, Menhut Raja Antoni Pantau Pemadaman Water Bombing

 

Sementara itu, hotspot di Sumatera Selatan pada periode yang sama tercatat naik dari 37 menjadi 39 titik. Di Jambi, hotspot naik dari 1 menjadi 2 titik. Data juga menunjukkan tren hotspot harian Sumatera Selatan dalam lima hari terakhir masih berfluktuasi, yakni 62 titik pada 26 Agustus, 157 titik pada 27 Agustus, 81 titik pada 28 Agustus, 37 titik pada 29 Agustus, dan 39 titik pada 30 Agustus.

 

Menhut Raja Antoni mengingatkan penurunan hotspot tidak berarti persoalan asap telah selesai, terutama di kawasan gambut. Menurut Menhut Raja Antoni, pendinginan dan pembasahan secara intensif diperlukan karena titik api masih dapat kembali muncul.

Baca Juga:  Potensi Awan Hujan Terbuka 4-8 September, OMC Dimaksimalkan di Kalbar

 

“Tapi sekali lagi hotspot ini tidak menandakan bahwa tidak ada asap, karena nature-nya gambut meskipun tidak ada apinya asapnya tetap selalu terlalu ada,” ujarnya.

 

“Apabila tidak diadakan pendinginan, pembasahan atau pendinginan yang intensif ya yang berkali-kali ini masih berpotensi menjadi fire spot kembali,” katanya.

 

Menhut Raja Antoni menegaskan pemerintah terus menangani Karhutla, namun meminta seluruh elemen masyarakat ikut berperan di tengah kondisi El Nino yang sangat kuat.

 

“Kami berharap kerja sama semua pihak, baik masyarakat, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa ya sampai seluruh elemen masyarakat dibawa untuk sama-sama berpartisipasi menyelesaikan masalah ini,” sambung Menhut Raja Antoni.

 

 

Reporter : Redaksi Pusat

Berita Terkait

Jenderal (Purn) Pol Agus Andrianto Hadiri Mubes ke 6 Dan Harlah ke 46 Putra Jawa Kelahiran Sumatera Puja kesuma
Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat
Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni : Mereka Tak Bisa Minta Tolong
Komisi IV DPR Apresiasi Kinerja Manggala Agni Kemenhut
Menhut Raja Antoni : Banpres Karhutla Bukti Perhatian Presiden Prabowo untuk Masyarakat Sumsel
Ancaman Krisis Ekonomi hingga Kepercayaan Pasar: Imbas Sorotan Jual-Beli Jabatan di Kementerian Keuangan
Diduga Capai Rp100 Miliar, Isu Jual-Beli Jabatan di Kemenkeu Ancam Stabilitas Pasar dan IHSG
Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut Raja Antoni Dampingi 

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58 WIB

Jenderal (Purn) Pol Agus Andrianto Hadiri Mubes ke 6 Dan Harlah ke 46 Putra Jawa Kelahiran Sumatera Puja kesuma

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Jumat, 18 September 2026 - 09:56 WIB

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni : Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Kamis, 17 September 2026 - 13:01 WIB

Komisi IV DPR Apresiasi Kinerja Manggala Agni Kemenhut

Selasa, 15 September 2026 - 22:07 WIB

Menhut Raja Antoni : Banpres Karhutla Bukti Perhatian Presiden Prabowo untuk Masyarakat Sumsel

Berita Terbaru