Tanjung Priok, 6 September 2026 – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok meningkatkan kesiapsiagaan operasional dengan menyiagakan tiga kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk mengantisipasi potensi dampak erupsi menerus Gunungapi Anak Krakatau terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran di Perairan Selat Sunda.
Langkah tersebut dilakukan menyusul aktivitas Gunungapi Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1512.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 5 September 2026 tentang Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau, erupsi menerus tercatat terjadi pada 5 September 2026 dan perkembangan aktivitas gunungapi masih terus dipantau secara intensif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah preventif, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok meningkatkan kesiapan personel dan unsur patroli guna memastikan respons cepat apabila terjadi perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran.
Tiga Kapal Patroli Disiagakan
Tiga kapal patroli KPLP yang disiagakan untuk mendukung kegiatan tersebut adalah:
– KN. Trisula-P.111
– KN. Damaru-P.214
– KN. Jembio-P.215
Ketiga kapal tersebut disiapkan untuk melaksanakan patroli, pengawasan, pemantauan kondisi perairan, serta mendukung pelaksanaan tugas keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan operasional di lapangan.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., mengatakan kesiapsiagaan kapal dan personel merupakan langkah preventif untuk memastikan KPLP mampu merespons setiap perkembangan situasi secara cepat dan terkoordinasi.
“Pangkalan PLP Tanjung Priok telah menyiagakan tiga kapal patroli KPLP, yaitu KN. Trisula-P.111, KN. Damaru-P.214, dan KN. Jembio-P.215. Seluruh unsur tersebut siap melaksanakan patroli, pemantauan, dan tugas keselamatan pelayaran sesuai perkembangan situasi serta kebutuhan operasional di lapangan,” ujar Fourmansyah.
Perkuat Koordinasi dan Pemantauan
Selain meningkatkan kesiapan unsur patroli, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain KSOP Merak, KSOP Panjang, KSOP Bakauheni, VTS Merak, VTS Panjang, Badan Geologi/ESDM, serta instansi terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau sekaligus memastikan langkah-langkah kesiapsiagaan dan keselamatan pelayaran dapat dilaksanakan secara terpadu.
“Kami mengimbau seluruh nakhoda, operator kapal, dan pengguna jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, serta selalu mengutamakan keselamatan selama melaksanakan pelayaran,” tegas Fourmansyah.
Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok juga mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran agar segera melaporkan setiap kondisi atau potensi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran melalui Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, maupun instansi terkait lainnya.
KPLP akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan meningkatkan kesiapsiagaan sesuai kebutuhan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perhubungan dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran.
“Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. KPLP siap hadir, siap siaga, dan siap melaksanakan tugas sesuai kewenangan untuk memberikan perlindungan kepada pengguna jasa pelayaran,” tutup Fourmansyah.








