ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
jurnalaktual.com | | Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026 – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Komjen Pol. (Purn.) Drs. H. Adang Daradjatun, menghadiri kegiatan Reses Masa Sidang I DPR RI yang dirangkaikan dengan penyerahan piagam kepada siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026 di Hotel Ibis Styles, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kegiatan ini dihadiri para siswa penerima PIP beserta orang tua atau wali, serta perwakilan unsur pendidikan, kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan PKS. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat bantuan pendidikan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga anak-anak dari berbagai ancaman di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Adang menekankan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membantu peserta didik dari keluarga yang membutuhkan agar dapat terus mengenyam pendidikan. Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara tepat untuk menunjang kebutuhan belajar, sehingga para siswa dapat terus meningkatkan kemampuan dan meraih cita-cita.
“Anak-anak harus memanfaatkan bantuan pendidikan ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk mendukung kebutuhan sekolah, terus belajar, dan jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diperoleh. Pendidikan adalah bekal penting untuk menentukan masa depan kalian,” ujar Adang.
Adang juga mengingatkan bahwa pemahaman mengenai mekanisme PIP perlu dimiliki oleh orang tua maupun pihak sekolah. Pendataan peserta didik melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pengusulan calon penerima, serta proses verifikasi dan penetapan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program. Karena itu, orang tua diharapkan aktif berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan data anak sesuai dan mengikuti informasi resmi mengenai bantuan tersebut.
Program Indonesia Pintar ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Pengusulan dapat melalui pendataan sekolah dan sumber data kesejahteraan sosial, sedangkan penetapan penerima dilakukan setelah proses verifikasi dan validasi sesuai ketentuan yang berlaku. Penerimaan pada tahun sebelumnya juga tidak otomatis menjamin bantuan kembali diterima pada tahun berikutnya.
Selain membahas pendidikan, kegiatan tersebut turut menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan pergaulan siswa. Perwakilan kepolisian menyampaikan edukasi mengenai bahaya tawuran pelajar, termasuk risiko keselamatan, konsekuensi hukum, serta dampaknya terhadap masa depan pendidikan. Para siswa diingatkan agar tidak mudah terprovokasi, menjauhi kekerasan, dan menyelesaikan persoalan melalui cara yang baik.
Adang mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh bantuan pendidikan harus diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga perilaku. Ia mengajak para siswa menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekolah.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan dan pencegahan agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.
Dalam sesi edukasi lainnya, Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Kombes Pol. Irwan Andy Purnamawan, S.I.K., M.H., bersama unsur terkait memberikan perhatian terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. Ancaman narkoba perlu dihadapi melalui edukasi sejak dini, kewaspadaan terhadap lingkungan pergaulan, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, aparat, dan masyarakat.
Menurut Adang, tanggung jawab menjaga generasi muda tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau aparat keamanan. Orang tua memiliki peran mendasar dalam mendampingi tumbuh kembang anak, memahami pergaulan mereka, serta membangun komunikasi yang terbuka di dalam keluarga.
“Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Kita perlu mengetahui lingkungan tempat mereka tumbuh, siapa teman-temannya, dan apa yang mereka hadapi. Jangan sampai anak-anak kehilangan arah karena kurangnya pendampingan, sementara ancaman narkoba, tawuran, dan berbagai persoalan kriminalitas semakin membutuhkan perhatian bersama,” kata Adang.
Ia menambahkan, lingkungan yang aman dan positif merupakan salah satu fondasi bagi anak-anak untuk berkembang, belajar, serta membangun cita-cita. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan karakter, komunikasi keluarga, dan kepedulian masyarakat terhadap aktivitas generasi muda.
Adang juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, unsur pemerintah, aparat keamanan, BNN, PKS, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan dan dukungan terhadap pendidikan siswa. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program bantuan pendidikan dapat berjalan baik dan anak-anak memperoleh dukungan yang mereka perlukan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ust. Sutara selaku Kabid Sosial dan Pendidikan DPD PKS Jakarta Utara, Mukheri selaku Kasubbag TU Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, IPTU Fajar selaku Kapospol Danau Sunter, Serma Turmudi selaku Babinsa Kelurahan Sungai Bambu, Ibu Wanda selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Al Islamiyah, orang tua atau wali siswa, para siswa penerima PIP Tahun 2026, serta relawan Adang Daradjatun Jakarta Utara.
Melalui kegiatan Reses Masa Sidang I ini, Adang berharap bantuan PIP dapat mendukung keberlangsungan pendidikan para siswa sekaligus menjadi dorongan untuk terus berprestasi. Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat kepedulian terhadap tumbuh kembang anak agar generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang berpendidikan, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
“Kita ingin anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang baik, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, dan memiliki masa depan yang cerah. Ini membutuhkan kerja bersama. Dengan dukungan pendidikan dan pendampingan yang tepat, kita berharap mereka dapat menjadi bagian dari generasi emas Indonesia,” tutup Adang.
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Edo












