Bisu nya Unit Kamneg Polda Metro Jaya : LP MIO Nyangkut, Pers Dibiarkan Tak Berdaya

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jurnalaktual.com | | JAKARTA – 28 Agustus 2026 – Sikap pasif institusi Polri kembali disorot. Kali ini dalam penanganan Laporan Polisi dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang diajukan *Media Independen Online Indonesia – MIO* di Polda Metro Jaya.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MIO dengan tegas menolak jalan damai dan menuntut penegakan hukum. Namun hingga kini proses hukum dinilai “membeku”. Tidak ada perkembangan, tidak ada kepastian.

 

DPN Peduli Nusantara menilai kondisi ini sebagai patologi politik serius jika dibedah dengan teori *Hannah Arendt*.

Baca Juga:  Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Sambangi Korban Kebakaran Muara Angke di RS Duta Indah, Wujud Kepedulian Polri dan Bhayangkari

 

*Pertama, Thoughtlessness.* Aparat bertindak otomatis tanpa refleksi moral. Saat MIO menuntut kehormatan profesi jurnalistik dilindungi hukum, Polri justru memilih kenyamanan prosedural. Padahal pers adalah pilar demokrasi. Jika direndahkan, seluruh ekosistem demokrasi ikut rusak.

 

*Kedua, Penghancuran Ruang Publik.* Demokrasi sehat butuh ruang publik yang hidup. Pers adalah pengawalnya. Ketika jurnalis dihina dan negara “membeku”, maka negara membiarkan ruang publik menyusut. Ini menciptakan _chilling effect_. Jurnalis merasa tidak dilindungi, dan fungsi kontrol sosial pun dibisukan.

Baca Juga:  Alih Fungsi Lahan Kembali Terjadi di Sisi Tol Kembang Kerep Kembangan, Walikota Jakarta Barat Diminta Segera Tindak Tegas 

 

*Ketiga, Kekerasan Pasif.* Arendt membedakan Kekuasaan dan Kekerasan. Kekuasaan lahir dari kesepakatan hukum. Kekerasan muncul saat kekuasaan runtuh. Pengabaian laporan MIO, walau korban menolak damai, adalah bentuk kekerasan pasif struktural. Negara menggunakan otoritasnya untuk “membungkam lewat pengabaian”.

 

“Ini bukan sekadar kelalaian administrasi. Ini adalah runtuhnya power yang sah di mata publik,” ujar DPN Peduli Nusantara.

 

Reporter : Redaksi Pusat

Berita Terkait

Bank Central Soekarno dan Desa Bersatu 83.000 Diluncurkan di Lampung Timur 10 Oktober 2026
Muspika dan Tokoh Masyarakat Hadiri Pisah Sambut Kapolsek Bekasi Barat
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Langsung Cek SPPG, Pastikan Food Safety dan Standar Operasional
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pastikan Keamanan Kapal Coast Guard AS yang Bersandar di Dermaga Eks Presiden Kalibaru
Polri Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla di Seluruh Wilayah
Kaperwil News Intelijen Sulteng Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke- 6 Tahun, Untuk Azril Alfarizi Nasution, Putra Pimpinan Umum 
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Sambangi Korban Kebakaran Muara Angke di RS Duta Indah, Wujud Kepedulian Polri dan Bhayangkari
KA Induk PJR BSD Korlantas Polri Kompol Darmawati, SE, SH, MH., Ucapkan Selamat Hari Polwan 2026

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:27 WIB

Bank Central Soekarno dan Desa Bersatu 83.000 Diluncurkan di Lampung Timur 10 Oktober 2026

Rabu, 2 September 2026 - 10:22 WIB

Muspika dan Tokoh Masyarakat Hadiri Pisah Sambut Kapolsek Bekasi Barat

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Bisu nya Unit Kamneg Polda Metro Jaya : LP MIO Nyangkut, Pers Dibiarkan Tak Berdaya

Selasa, 1 September 2026 - 22:19 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pastikan Keamanan Kapal Coast Guard AS yang Bersandar di Dermaga Eks Presiden Kalibaru

Selasa, 1 September 2026 - 20:43 WIB

Polri Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla di Seluruh Wilayah

Berita Terbaru