Jakarta- TNI Angkatan Udara mendorong transformasi industri pertahanan nasional untuk memperkuat kesiapan menghadapi perang modern menuju Multi Domain Operations (MDO).
Hal tersebut menjadi fokus pada Rapat Koordinasi Industri Pertahanan (Rakor Indhan) Tahun Anggaran 2026 yang digelar Srenaau di Hotel Oakwood Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung tema “Transformasi Industri Pertahanan Nasional Guna Mendukung Kesiapan TNI Angkatan Udara Menuju Multi Domain Operations (MDO) dalam Menyongsong Era Perang Modern”, Rakor dibuka Waasrena Kasau Marsma TNI Dr. Wastum, S.E., M.MP., MS (NSSS), mewakili Asrena Kasau Marsda TNI Ian Fuady.
Dalam sambutannya, Asrena Kasau menegaskan bahwa keunggulan perang modern tidak hanya ditentukan oleh kepemilikan alutsista, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan sistem dan informasi lintas domain.
Lebih lanjut, Asrena Kasau menyampaikan, Transformasi menuju MDO tidak cukup melalui modernisasi alutsista. Industri pertahanan harus mampu mendukung integrasi sistem, penguasaan teknologi, pengembangan kemampuan, pemeliharaan, dan sustainment jangka panjang. Untuk itu, kolaborasi TNI AU, industri pertahanan, lembaga riset, dan perguruan tinggi perlu diperkuat sejak perumusan kebutuhan hingga produksi dan sustainment.
Rakor menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Kasubdisinfonet Dispenau Kolonel Lek Ahmad Irvan Z., S.T., M.Cyber Security., M.S.S., psc (j).; Direktur Kebijakan Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Dr. Ir. Dudi Hidayat, M.Sc.; Project Manager ASELSAN Cemil Caglar BOKE; serta Program Manager for Avionic Systems ASELSAN Haluk ŞABİ.
Melalui Rakor Indhan 2026, Srenaau mendorong kesamaan pemahaman mengenai kebutuhan kapabilitas TNI AU, identifikasi capability gaps dan technology gaps, pengembangan teknologi nasional, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.












