JAKARTA – Hiruk-pikuk dinamika dan berbagai persoalan yang melanda negeri ini telah melampaui ambang batas kewajaran. Berbagai perilaku yang mengabaikan adab dan etika kian menyeruak ke ruang publik, seolah-olah tidak ada lagi batas kepantasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Apa kata dunia ketika skenario yang tidak beradab dan tidak beretika terungkap secara nyata dalam proses rekrutmen kepemimpinan bangsa? Sungguh menyayat hati Ibu Pertiwi dan seakan merobek Sang Saka Merah Putih. Atau, jangan-jangan, saat ini terdapat oligarki yang bercokol di pusaran kekuasaan?
Oleh karena itu, tindakan amputatif secara revolusioner menjadi sebuah keniscayaan untuk menyelamatkan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian ditegaskan Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, menangani berbagai persoalan Indonesia di segala lini saat ini tidak cukup hanya dengan pendekatan ordinary order (tatanan biasa). Persoalannya bukan semata-mata praktik koruptif dan kesewenang-wenangan yang semakin vulgar. Lebih dari itu, berbagai tindakan yang melampaui batas adab dan etika, termasuk dalam proses rekrutmen kepemimpinan bangsa, kini telah terungkap secara nyata.
Kenyataan tersebut tidak cukup disikapi hanya dengan evaluasi ataupun gelombang pergantian elite penguasa. Situasi ini telah menuntut langkah yang lebih mendasar, tegas, dan berani, yakni tindakan amputatif secara revolusioner demi menyelamatkan Merah Putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Momentum tersebut kini hadir, dan tanggung jawab besar itu berada di genggaman Presiden Prabowo Subianto.
Jika bukan sekarang, kapan lagi?
Untuk itu, kami segenap Kawulo Alit atau rakyat kecil Indonesia menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan amputatif secara revolusioner demi menyelamatkan Indonesia.
Demikian ditegaskan dr. Ali Mahsun ATMO, sosok bersahaja yang berasal dari pelosok kampung di pinggiran utara Sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur.












