Jakarta- TNI Angkatan Udara terus menata pembangunan kekuatan agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, dan karakter peperangan modern yang semakin dinamis.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Staf Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., bersama sejumlah pejabat TNI AU di Auditorium IG Dewanto, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasau menyampaikan, pengembangan kekuatan TNI AU perlu terus diselaraskan dengan tuntutan operasional, baik dari aspek organisasi, personel, maupun kemampuan satuan.
Kasau juga meminta para perwira memahami perkembangan air warfare, termasuk perlindungan aset strategis, penyiapan titik-titik alternatif yang dapat mendukung operasi, serta kesiapan satuan dalam menghadapi perkembangan karakter peperangan modern.
Dalam pengembangan organisasi, Kasau menyampaikan TNI AU akan menata sejumlah satuan, termasuk penguatan organisasi Korpasgat.
Arah pembangunan kekuatan tersebut turut diperkuat melalui penyempurnaan Doktrin Swa Bhuwana Paksa. Katim Pokja Penyusunan Naskah Doktrin Swa Bhuwana Paksa Marsda TNI Benny Arfan, M.MP., MMDS., MSS., menyebut penyusunan doktrin telah berlangsung sejak 2025 melalui sejumlah tahapan pembahasan dan penyempurnaan.
Wadankodiklatau menjelaskan, penyempurnaan doktrin tersebut kembali menegaskan perspektif pemanfaatan ruang udara dan ruang antariksa yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan lingkungan strategis.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU memperkuat pembangunan kekuatan udara yang adaptif, modern, profesional, dan mampu menjawab tuntutan serta tantangan tugas ke depan.












