Manado – Kesiapsiagaan pertahanan pangkalan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasi udara. Hal ini ditunjukkan Lanud Sam Ratulangi melalui keterlibatan pasukan pertahanan pangkalan dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 bersama Royal Australian Air Force (RAAF) di Baseops Timur Lanud Sam Ratulangi, Manado, Minggu (11/10/2026).
Latihan tersebut berfokus pada prosedur pengamanan alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk sistem artileri roket M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik RAAF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam skenario latihan, unsur mobilitas udara turut berperan melalui pengerahan pesawat angkut C-130J Super Hercules untuk mendukung pergeseran taktis pasukan dan logistik, sekaligus menunjang pelaksanaan pengamanan alutsista di daerah latihan.
Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi sarana untuk menguji prosedur pengamanan objek vital dan alutsista serta meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi potensi ancaman dari darat maupun udara. Latihan ini juga memperkuat koordinasi dan interoperabilitas antara personel TNI AU dan RAAF dalam pelaksanaan tugas pertahanan pangkalan.
Melalui latihan bersama ini, Lanud Sam Ratulangi terus mengasah kesiapsiagaan personel dalam mendukung operasi udara strategis, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia guna menunjang stabilitas keamanan kawasan.












