Pangkalan PLP Tanjung Priok Kerahkan Tiga Kapal Patroli dan Tim SAR untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALAPKTUAPL.COM

JAKARTA, 20 Oktober 2026 ) – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengerahkan tiga kapal patroli beserta personel pendukung untuk membantu penanganan kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi di perairan Selat Sunda.

Sejak menerima informasi mengenai kejadian tersebut, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok segera mengerahkan unsur kapal dan personel untuk mendukung penanganan keadaan darurat. Operasi difokuskan pada keselamatan jiwa, pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian, serta pencegahan dan penanggulangan potensi pencemaran laut.

Operasi penanganan dipimpin langsung oleh Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., yang telah berada di lokasi sejak kejadian. Kehadirannya bertujuan mengoordinasikan pergerakan unsur kapal dan personel serta memastikan seluruh kegiatan penanganan berlangsung secara terpadu bersama instansi dan pemangku kepentingan terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TIGA KAPAL PATROLI DITERJUNKAN KE LOKASI KEJADIAN

Dalam mendukung penanganan kebakaran KMP Batu Mandi, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok mengerahkan tiga kapal patroli, yaitu KN Jembio P.215, KN Trisula P.111, dan KN Kujang P.201.

KN Jembio P.215 dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pemadaman kebakaran kapal, membantu kegiatan SAR dan evakuasi korban, serta mendukung pengamanan area kejadian.

Sementara itu, KN Trisula P.111 dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus mendukung langkah pencegahan dan penanggulangan potensi pencemaran laut akibat insiden tersebut.

KN Trisula P.111 juga membawa peralatan penanggulangan pencemaran berupa oil boom yang dipersiapkan untuk digelar pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026. Peralatan ini digunakan untuk melokalisasi potensi sebaran minyak atau bahan pencemar lainnya guna meminimalkan dampak terhadap kualitas perairan dan ekosistem laut.

Adapun KN Kujang P.201 turut memberikan dukungan melalui pengerahan kru dan personel dari sisi darat untuk membantu proses evakuasi korban serta memenuhi kebutuhan operasional di lapangan.

Selain mengerahkan tiga kapal patroli, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok juga menurunkan Tim SAR Pangkalan dan Tim Marine Pollution atau Petugas Penanggulangan Pencemaran Laut.

Baca Juga:  Kunjungi Negeri Istana Kabupaten Siak Sri Indrapura, Danlanal Dumai Perkuat Sinergi Hadirkan Pengabdian

Tim SAR bertugas mendukung proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban. Sementara itu, Tim Marine Pollution melakukan pemantauan kondisi perairan serta mempersiapkan langkah pencegahan, pelokalisasian, dan penanggulangan potensi pencemaran laut.

OPERASI DILAKSANAKAN SECARA TERPADU

Seluruh rangkaian penanganan dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, serta bersinergi dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif, mulai dari pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian, hingga upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut.

Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian operasi penanganan.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Seluruh unsur yang kami kerahkan bergerak untuk mendukung pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan, serta evakuasi korban, sekaligus melakukan pengamanan lokasi kejadian.

Pada saat yang sama, kami mengantisipasi dampak terhadap lingkungan laut dengan menyiapkan Tim Marine Pollution dan oil boom untuk melokalisasi potensi pencemaran. Seluruh operasi dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi bersama instansi serta pemangku kepentingan terkait,” ujar Fourmansyah.

DATA PENUMPANG, AWAK KAPAL, DAN KENDARAAN

Berdasarkan data manifes yang diperoleh, KMP Batu Mandi melayani pelayaran pada rute Bakauheni–Merak pada 20 Oktober 2026.

Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki nomor IMO 9759733, Gross Tonnage (GT) 5.553, dan Call Sign PLMI. Kapal dinakhodai oleh Edy Supramono dengan jumlah awak kapal sebanyak 40 orang, termasuk nakhoda.

Data manifes mencatat jumlah penumpang sebanyak 420 orang dan kendaraan sebanyak 89 unit. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 27 orang merupakan penumpang pejalan kaki, dengan rincian sebagai berikut:

  • 17 laki-laki dewasa;
  • 9 perempuan dewasa; dan
  • 1 balita.
Baca Juga:  Komandan Lanal Ranai Terima Penyerahan Surat Alas Hak Tanah di Pulau Midai

Sementara itu, sebanyak 393 penumpang lainnya tercatat berada di dalam kendaraan.

Adapun 89 kendaraan yang tercatat dalam manifes terdiri atas:

  • Golongan II: 6 unit;
  • Golongan IVA: 25 unit;
  • Golongan IVB: 20 unit;
  • Golongan VB: 13 unit;
  • Golongan VIA: 6 unit;
  • Golongan VIB: 9 unit; dan
  • Golongan VII: 10 unit.

Dengan demikian, berdasarkan data manifes tersebut, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal mencapai 460 orang, terdiri atas 420 penumpang dan 40 awak kapal, dengan total 89 unit kendaraan.

Data tersebut merupakan informasi berdasarkan manifes yang diperoleh dan tidak serta-merta menunjukkan jumlah orang yang telah berhasil dievakuasi ataupun kondisi terkini seluruh penumpang dan awak kapal.

PENANGANAN BERLANJUT HINGGA SITUASI DINYATAKAN AMAN

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh instansi serta pemangku kepentingan terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Pemantauan terhadap perkembangan situasi di lokasi kejadian juga terus dilakukan hingga proses penanganan keadaan darurat selesai dan kondisi dinyatakan aman.

Seluruh upaya penanganan tetap mengedepankan keselamatan jiwa, efektivitas operasi SAR dan pemadaman kebakaran, pengamanan lokasi kejadian, serta perlindungan lingkungan laut dari potensi pencemaran.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan evakuasi, kondisi korban, operasi pemadaman, pengamanan lokasi, dan kondisi lingkungan laut akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi serta perkembangan resmi di lapangan.

DATA SINGKAT KMP BATU MANDI

  • Nama kapal: KMP Batu Mandi
  • Rute pelayaran: Bakauheni–Merak
  • Bendera: Indonesia
  • Nakhoda: Edy Supramono
  • Nomor IMO: 9759733
  • Gross Tonnage: 5.553 GT
  • Call Sign: PLMI
  • Jumlah penumpang: 420 orang
  • Jumlah awak kapal: 40 orang, termasuk nakhoda
  • Total penumpang dan awak kapal: 460 orang
  • Jumlah kendaraan: 89 unit

UNSUR PANGKALAN PLP KELAS I TANJUNG PRIOK YANG DIKERAHKAN

  1. KN Jembio P.215
  2. KN Trisula P.111
  3. KN Kujang P.201
  4. Tim SAR Pangkalan
  5. Tim Marine Pollution atau Petugas Penanggulangan Pencemaran Laut

DHARMA DJALA PRAJATAMA

Berita Terkait

Ernest Juliansyah Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ungkap Penyekapan di Jakarta Selatan
TNI Optimalkan Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan
TNI Kerahkan Kekuatan Udara, Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca*
Wujudkan Akses Air Bersih, Satgas TMMD ke-130 Lanjutkan Pemasangan Jaringan Air Bersih di Kampung Yamboi
TNI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Menanggulangi Karhutla di Dua Wilayah*
GOW – BANTEN BERSUARA KERAS ! TRUK SUMBU TIGA DI MUNJUL DISOROT, KEPATUHAN MUATAN DAN KELAS JALAN WAJIB DIPERIKSA !
Ernest dan Rombongan Diduga Disekap di Pasar Minggu, Persoalan Berawal dari Foto yang Beredar di WhatsApp
Kapolsek Bekasi Selatan Gelar Latihan Perdana Ju Jitsu Untuk Siswa SMAN 3 Kota Bekasi, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:09 WIB

Ernest Juliansyah Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ungkap Penyekapan di Jakarta Selatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:28 WIB

TNI Optimalkan Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:27 WIB

TNI Kerahkan Kekuatan Udara, Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca*

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Wujudkan Akses Air Bersih, Satgas TMMD ke-130 Lanjutkan Pemasangan Jaringan Air Bersih di Kampung Yamboi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

TNI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Menanggulangi Karhutla di Dua Wilayah*

Berita Terbaru