Dibalik Ketegasan Dandenintel Kodam I/BB : Kisah Haru Letkol Arm Eddy Saputra Ginting dan Noda Sirih di Kemeja Putihnya 

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

jurnalaktual.com | | Tanah Karo – Sumatera Utara // Jika hanya melihat dari jabatan dan tugasnya, orang akan langsung mengira dia adalah sosok yang garang, tegas, bahkan sedikit kejam. Maklum, jabatan yang diembannya tidak main-main. Kamis, 24 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dia adalah “Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil.”, Dandenintel Kodam I/Bukit Barisan. Jabatan strategis yang memikul tanggung jawab besar menjaga keamanan Panglima dan nama baik Kodam I/BB. Seorang perwira intelijen memang dituntut harus tajam, jeli, waspada 24 jam, dan tidak boleh lengah sedikit pun.

 

Tak heran jika salah seorang putra terbaik Tanah Karo ini jarang terlihat di keramaian, jarang nongkrong, jarang berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Banyak yang kemudian salah menilai, menganggapnya sombong, menjauh, dan melupakan kampung halaman.

 

Padahal, anggapan itu salah besar,..!!!

 

Dibalik seragam loreng dan tatapan tajamnya sebagai Komandan Intelijen, tersimpan hati yang sangat lembut, ramah, dan rendah hati. Letkol Arm Eddy Saputra Ginting adalah sosok yang tidak pernah melupakan akar budaya Karo-nya.

 

Sifat aslinya itu terkuak jelas pada hari Sabtu, 19 September 2026 lalu. Saat keluarga besar menggelar acara mengenang satu tahun berpulangnya ayahanda tercinta, Almarhum Bapak Usaha Ginting Suka.

Baca Juga:  Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Meraih 1 Medali Perak Kejuaraan Tertinggi Untuk Kategori Poomsae

 

Di rumah duka itu, tidak terlihat jarak antara seorang Letkol dengan rakyat biasa. Semua diperlakukan sama.

 

Pejabat yang datang disapa dengan hormat. Keluarga, famili, kerabat dekat, hingga sahabat lama, semua dirangkul dengan senyum ramah yang tulus dari hati. Tidak ada sekat, tidak ada protokol berlebihan. Dia adalah Eddy yang dulu, anak Karo yang santun.

 

Puncaknya adalah momen yang membuat siapa pun yang hadir menitikkan air mata haru.

 

Para orang tua, terutama para nenek-nenek lansia, datang memeluknya erat. Dengan kasih sayang seorang nenek kepada cucunya, mereka menciumi pipi sang Komandan sambil berlinang air mata, mendoakan agar sang putra Karo ini sukses dan sehat selalu.

 

Bekas air sirih merah dari mulut para nenek itu pun menempel di kemeja putih bersih yang dikenakan Letkol Eddy. Di pipi, di bahu, di dada. Noda merah itu terlihat jelas.

 

Namun apa yang dilakukan sang Dandenintel ,..???

Sedikit pun tidak ada rasa risih, jijik, atau berusaha mengelapnya. Justru beliau membiarkan, memeluk balik dengan lebih erat, menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang tua.

 

Pemandangan itu sungguh menggetarkan hati penulis.

Seorang perwira menengah dengan jabatan bergengsi, yang sehari-hari memimpin pasukan intelijen, rela kemeja putih kebanggaannya ternoda air sirih demi menghormati orang tua. Di situlah terlihat kelas sejati seorang pemimpin. Pangkat di pundak tidak membuatnya lupa siapa dirinya.

Baca Juga:  Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Antisipasi 3C, Tawuran, dan Balap Liar

 

Saat itu juga, semua stigma miring yang menyebut beliau sombong, langsung sirna. Yang tersisa hanyalah rasa bangga yang mendalam. Bangga Tanah Karo masih memiliki putra seperti dirinya.

 

Letkol Arm Eddy memang jarang terlihat, karena hasil kerjanya tidak perlu terlihat, tapi dirasakan. Dia bekerja dalam senyap untuk keberhasilan tugas di lapangan. Tanggung jawabnya tak mengenal waktu, tak mengenal hari libur.

 

Jika hari ini beliau jarang berkumpul, percayalah itu bukan karena sombong. Tapi karena negara dan Kodam I/BB ada di pundaknya.

 

Di akhir tulisan ini, izinkan penulis memanjatkan doa tulus dari Tanah Karo :

Semoga Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan dalam karier dan keharmonisan dalam keluarga. Tetaplah rendah hati seperti noda sirih di kemeja putihmu itu, dan kelak semoga engkau menjadi pemimpin besar yang membawa harum nama Tanah Karo di masa mendatang.

 

# Mejuah-juah, Aamiin Ya Rabbal Alamin… 🤲🤲🤲

Reporter : Edo Lembang

Berita Terkait

Tujuh Jenazah Tiba Melalui Jalur Udara, Lanud Sjamsudin Noor Teguhkan Dukungan SAR KM Virgo
TNI AU Perkuat Respons Darurat melalui Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau Tahun 2026
Jamuan Makan Malam Eratkan Persahabatan TNI AU dan FASF
Tim Penyelam TNI AL Temukan 15 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
Kapuskes TNI Anjangsana ke Sesepuh TNI, Perkuat Nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit
Kasum TNI Bersama Menko Polkam Hadiri Perayaan Hari Nasional ke-77 RRC
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
Wakasau Terima Courtesy Call Deputy Chief of Staff FASF, Bahas Penguatan Kerja Sama Militer dan Ruang Angkasa

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:19 WIB

Tujuh Jenazah Tiba Melalui Jalur Udara, Lanud Sjamsudin Noor Teguhkan Dukungan SAR KM Virgo

Kamis, 24 September 2026 - 12:46 WIB

TNI AU Perkuat Respons Darurat melalui Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau Tahun 2026

Kamis, 24 September 2026 - 12:41 WIB

Jamuan Makan Malam Eratkan Persahabatan TNI AU dan FASF

Kamis, 24 September 2026 - 07:23 WIB

Tim Penyelam TNI AL Temukan 15 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 24 September 2026 - 07:21 WIB

Kapuskes TNI Anjangsana ke Sesepuh TNI, Perkuat Nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit

Berita Terbaru

Berita

Ketua Umum PPAL Hadiri Peresmian KRI Sriwijaya-100

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:07 WIB