Menhut Raja Antoni : September Jadi Ladang Perjuangan, Karhutla Harus Ditangani Bersama

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

jurnalaktual.com | | Jakarta : Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan September menjadi periode penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia meminta seluruh pihak tetap waspada dan bersama-sama mengatasi persoalan karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Namun sekali lagi harus dijaga secara baik. Karena sekali lagi puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” kata Menhut Raja Antoni usai peninjauan karhutla di Jambi, Rabu (2/9/2026).

 

Menhut Raja Antoni mengatakan perkembangan karhutla di sejumlah daerah masih membutuhkan perhatian. Dia menyebut Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali menunjukkan peningkatan hotspot sehingga menjadi prioritas utama penanganan karhutla secara nasional.

Baca Juga:  Trend Hotspot Turun, Menhut Raja Antoni : Ketegasan Presiden Prabowo Dorong Penanganan Karhutla

 

Menhut sendiri telah melakukan pemantauan udara kondisi karhutla Jambi, bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, TNI dan Polri

 

Menhut Raja Antoni juga menekankan pentingnya menjaga kondisi di Jambi meski trennya relatif baik. Menurutnya, penambahan hotspot tetap perlu diikuti dengan pengecekan untuk memastikan apakah titik tersebut merupakan fire spot.

 

“Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hotspotnya 0. Cuman itu data per jam 23.59 hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spotnya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” ujar Menhut Raja Antoni.

Baca Juga:  Menhut Raja Antoni : Tren Hotspot Karhutla Menurun, tapi Belum Aman

 

Menhut Raja Antoni mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan selama September. Dia meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam penanganan karhutla.

 

“Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” kata Menhut Raja Antoni.

 

 

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

 

Reporter : Edo Lembang

Berita Terkait

Potensi Awan Hujan 10-15 September di Jambi Meluas, Pemerintah Perkuat OMC
Menhut Raja Antoni : Hotspot Naik, Kalbar-Kalteng Jadi Prioritas
Trend Hotspot Turun, Menhut Raja Antoni : Ketegasan Presiden Prabowo Dorong Penanganan Karhutla
Tinjau Karhutla di Ogan Ilir, Menhut Raja Antoni Pantau Pemadaman Water Bombing
Menhut Raja Antoni : Penegakan Hukum Karhutla Tak Pandang Bulu, 6 Perusahaan Kalimantan Disanksi
September Battleground Karhutla, Menhut Raja Antoni Maksimalkan OMC-Pasukan Darat
Menhut Raja Antoni : Tren Hotspot Karhutla Menurun, tapi Belum Aman
Cegah Titik Baru Karhutla, Menhut Raja Antoni Tutup Sementara 9 Taman Nasional

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:10 WIB

Potensi Awan Hujan 10-15 September di Jambi Meluas, Pemerintah Perkuat OMC

Rabu, 2 September 2026 - 17:26 WIB

Menhut Raja Antoni : September Jadi Ladang Perjuangan, Karhutla Harus Ditangani Bersama

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Trend Hotspot Turun, Menhut Raja Antoni : Ketegasan Presiden Prabowo Dorong Penanganan Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Tinjau Karhutla di Ogan Ilir, Menhut Raja Antoni Pantau Pemadaman Water Bombing

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Menhut Raja Antoni : Penegakan Hukum Karhutla Tak Pandang Bulu, 6 Perusahaan Kalimantan Disanksi

Berita Terbaru