Rektor INSTIPER: Kampus Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

jurnalaktual.com | | YOGYAKARTA – Perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih besar dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional. Tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, kampus juga harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan pembangunan berjalan tepat sasaran, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal tersebut disampaikan Rektor Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., IPU, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Evaluasi Implementasi dan Penguatan Program Prioritas Nasional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”, Kamis (29/10/2026), di Aula Perpustakaan INSTIPER Yogyakarta.

 

Menurut Harsawardana, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan melalui kontribusi pemikiran, kajian akademik, serta rekomendasi berbasis keilmuan. Peran tersebut penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca Juga:  DPD PERPAM LEBAK SELATAN DESAK TES URINE BAGI TENAGA PENDIDIK SMA/SMK DI BANTEN

 

Ia menekankan, implementasi program prioritas nasional perlu mempertimbangkan potensi daerah, kondisi sosial masyarakat, serta daya dukung lingkungan. Dengan demikian, pelaksanaan kebijakan dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan tidak mengabaikan aspek keberlanjutan.

 

“Program pembangunan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target fisik maupun administratif,” demikian pokok penekanan Harsawardana dalam sambutannya.

 

Ia juga menilai keterlibatan akademisi dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan serta evaluasi program pemerintah. Melalui kajian ilmiah dan penelitian, perguruan tinggi dapat memberikan perspektif objektif sekaligus menyampaikan rekomendasi perbaikan terhadap kebijakan yang sedang dijalankan.

 

Lebih lanjut, Harsawardana menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan berbagai sektor lainnya agar program prioritas nasional dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Tindak Pidana Perbankan Mengemuka, Direksi PT Bank DBS Indonesia Dilaporkan ke Bareskrim Polri

 

Kegiatan FGD yang diselenggarakan Human Studies Institute (HSI) tersebut membahas evaluasi dan penguatan sejumlah program prioritas nasional di DIY, meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), serta Reforma Agraria.

 

Forum tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas capaian, tantangan, serta peluang perbaikan pelaksanaan program di tingkat daerah.

 

Pandangan Rektor INSTIPER tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu mengambil posisi lebih aktif dalam proses pembangunan. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan gagasan di ruang akademik, tetapi juga perlu menghadirkan hasil kajian yang dapat menjadi rujukan dalam perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan publik.

 

Reporter : Red/Rosid

Berita Terkait

Tanpa Legal Basis, Kompensasi PKL Pakai Uang Perumda Masuk Delik Korupsi Pasal 2 dan 3
KETUA MWC NU MAKASAR, Menerima Penghargaan Internasional
Raih Gelar ASEAN Eng., Wamenaker Afriansyah Noor Dorong Produktivitas Tenaga Kerja
Mengenal Sosok Mery Girsang Frederoff, S.H.,M.H yang Angkat Adat Simanulung dengan Kompetensi
20 Finalis Ikuti Audisi Dai – Daiah Muda di tingkat Kota Jakarta Barat Tahun 2026
Saut MS dari TIS, Optimis Komjen Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya
DPD PERPAM LEBAK SELATAN DESAK TES URINE BAGI TENAGA PENDIDIK SMA/SMK DI BANTEN
SESULIT Apapun KONDISI PMI Pelayanan Kemanusiaan Harus Tetap Jalan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Rektor INSTIPER: Kampus Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Tanpa Legal Basis, Kompensasi PKL Pakai Uang Perumda Masuk Delik Korupsi Pasal 2 dan 3

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:46 WIB

KETUA MWC NU MAKASAR, Menerima Penghargaan Internasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Raih Gelar ASEAN Eng., Wamenaker Afriansyah Noor Dorong Produktivitas Tenaga Kerja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mengenal Sosok Mery Girsang Frederoff, S.H.,M.H yang Angkat Adat Simanulung dengan Kompetensi

Berita Terbaru